TNI dukung pengentasan stunting di pedalaman Kampar

id TMMD, TNI, Kampar

TMMD ke-105 yang diselenggarakan di Komando Distrik Militer 0313/KPR kabupaten Kampar, Riau. (Penrem 031 Wirabima)

Pekanbaru (ANTARA) - Satuan tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang diselenggarakan di wilayah Komando Distrik Militer 0313/KPR mendukung upaya pengentasan stunting di pedalaman Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Dukungan itu dilakukan melalui pembangunan fasilitas sanitasi yang baik kepada masyarakat yang tidak mampu di wilayah terpencil. Salah satunya adalah dengan program pembuatan seribu toilet gratis kepada masyarakat desa.

"Kami percaya sanitasi yang baik bisa menjadi salah satu indikator menurunkan angka stunting di wilayah Kampar. Mulai dengan pola hidup sehat dengan fasilitas yang layak," kata Komandan Pos Satgas TMMD Kampar Kiri Komando Rayon Militer 05/KPR Pelda Nazaruddin dalam keterangannya di Pekanbaru, Selasa.

Dia menjelaskan bahwa upaya menekan stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dan pola hidup tidak sehat harus dilakukan dengan melibatkan seluruh pihak. TNI yang saat ini tengah menjalankan program TMMD ke-105 di wilayah Kampar, lanjutnya akan ambil bagian di dalamnya.

Terutama fokus pada penyediaan sanitasi yang baik dan merubah pola hidup masyarakat menjadi pola hidup yang layak dan sehat.

"Stunting atau gagal tumbuh adalah ancaman utama kualitas manusia di Indonesia. Anak stunting tidak hanya secara fisik tidak tumbuh di usianya tapi juga mempengaruhi perkembangan otak, mempengaruhi produktivitas, daya serap dan kreativitas di usia produktif," jelasnya.

Untuk itu, dia menuturkan TNI terus menggesa program pembangunan seribu jamban yang kini tengah berlangsung di pedalaman Kampar seperti Kampar Kiri Hulu, Kampar Kiri, Kampar Kiri Tengah, Kampar Kiri Hilir, Gunung Sahilan.

"Dengan lingkungan sehat, anak-anak dapat tumbuh kembang dengan baik,” ujarnya.

Baca juga: Dokter TNI layani kesehatan masyarakat pedalaman Kampar

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar