Anak korban kebakaran dilatih buat bunga dari sabun

id korban kebaran surabaya,dilatih buat buang,sabun,karang taruna,fuad bernardi,pemkot surabaya

Sejumlah pengurus Karang Taruna Surabaya memberikan pelatihan cara membuat buket bunga berbahan dasar sabun mandi kepada para anak-anak korban kebakaran di lokasi pengungsian, Kampung Ilmu, Surabaya, Jumat (12/7/2019). (FOTO ANTARA/istimewa)

Surabaya (ANTARA) - Karang Taruna memberikan pelatihan cara membuat buket bunga berbahan dasar sabun mandi kepada para anak-anak korban kebakaran belasan rumah di Jalan Margorukun Gang Lebar, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, Jatim pada Rabu (10/7).

"Tadi malam (12/7) di lokasi pengungsian, pengurus Karang Taruna Surabaya memberikan pelatihan membuat bunga dari sabun. Tujuannya selain memberikan ketrampilan juga menghibur anak-anak korban kebakaran," kata Ketua Karang Taruna Surabaya Fuad Bernardi di Surabaya, Sabtu.

Selain itu, lanjut dia, Karang Taruna Surabaya juga menyerahkan bantuan dan memberikan motivasi kepada anak-anak korban kebakaran. Adapun bantuan tersebut berupa tas, sandal, seragam, peralatan mandi, dan kaos kaki.

Menurut dia, aksi sosial yang dilakukan belasan pengurus Karang Taruna ini merupakan bentuk dari kepedulian kepada warga korban bencana kebakaran yang membutuhkan pertolongan, sekaligus implementasi dari makna gotong royong .

Putra sulung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ini merasa lega dan turut gembira karena kedatangannya bersama jajaran pengurus Karang Taruna bisa membuat suasana ceria kepada anak-anak korban kebakaran.

"Alhamudlillah pada saat kami datang ke lokasi tidak sempat mendengar keluhan lagi dari warga korban, karena kita tahu semua jika perhatian Pemkot Surabaya kepada mereka sudah sangat maksimal," katanya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Chandra Oratmangun sebelumnya mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim psikolog dan konselor untuk melakukan pendampingan kepada anak korban kebakaran.

Menurut dia, pendampingan kepada anak-anak itu yang paling penting terlebih dahulu adalah bagaimana mengembalikan keceriaan mereka seperti layaknya anak-anak pada umumnya. Salah satu caranya dengan mengajak ngobrol dan mengajak bermain supaya jiwa anak-anaknya bisa kembali ceria dan gembira.

"Jadi, tim ini melakukan pendampingan penguatan kepada anak-anak, sehingga mereka kembali ceria," katanya.

Candra juga menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, ada sekitar 15-16 anak yang terkena dampak kebakaran itu. Namun, lanjut dia, pada saat bermain, ada anak-anak penjual buku di Kampung Ilmu yang ikut bermain, sehingga mereka membaur dan bermain bersama-sama.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar