Oknum dosen Unsri jadi tersangka pelecehan seksual

id tersangka AR ditahan di mapolda sumsel, hukuman tersangka,tersangka dosen cabu,Pelecehan seksual,Unsri,Pelecehan

Oknum dosen Unsri jadi tersangka pelecehan seksual

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan didampingi, Kasubdit 4 Renakta Kompol Masnoni, dan Kanit III Santy Wijaya dalam ungkap kasus pelecehan mahasiswi Unsri di Mapolda Sumsel, Senin (6/12/2021).(ANTARA/M Riezko Bima Elko)

Perbuatan cabul itu dilakukan tersangka AR dengan modus memberikan bimbingan skripsi
Sumatera Selatan (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan resmi menetapkan oknum dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) berinisial AR sebagai tersangka atas perkara dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswinya DR (22).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan di Palembang, Senin, mengatakan, AR yang merupakandosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsritersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik mengantongi cukup bukti dari keterangan yang diberikan AR, setelah diperiksa secara intensif selama sembilan jam sejak pukul 09.00 WIB sampai 18.00 WIB di Markas Polda Sumsel.

"Kami sudah cukup bukti pencabulan yang dilakukan AR. Maka, dengan ini oknum dosen berinisial AR ditetapkan sebagai tersangka," kata dia.

Baca juga: Universitas Riau siapkan SOP bimbingan skripsi hindari pelecehan seksual

Menurut dia, di hadapan penyidik tersangka mengakui perbuatan cabulnya terhadap korban.

Tersangka mencium, meraba korban, namun tidak sampai berhubungan badan. Sebagaimana pengakuan yang sampaikan korban sebelumnya.

Perbuatan cabul itu dilakukan tersangka AR dengan modus memberikan bimbingan skripsi terhadap korban yang kejadiannya berlangsung di Laboratorium Sejarah FKIP UnsriKampus Indralaya, Ogan Ilir, pada Sabtu (25/9).

Baca juga: Kasus dugaan pelecehan mahasiswi UNRI dilimpahkan ke Kejati Riau

"Korban saat itu melakukan bimbingan skripsi dan meminta tanda tangan untuk skripsinya itu sebagai syarat kelulusannya. Berlangsung di laboratorium sejarah, di momen tersangka melakukan aksinya tadi," ujarnya.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti milik korban.

Atas perbuatan cabulnya itu tersangka disangkakan melanggar Pasal 289 KUHPtentang Pencabulan dan Perbuatan yang Menyerang Kehormatan Kesusilaan Jo. Pasal 294 ayat (2) poin 1 dan 2 KUHP dengan ancaman pidana sembilan tahun.

"Tersangka ditahan terhitung sejak Senin ini pukul 00.00 WIB hingga selama 20 hari ke depan di Mapolda Sumsel," katanya.

Baca juga: Mahasiswa Unri desak dekan tersangka pelecehan diberhentikan

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2021