Kasus virus corona di seluruh dunia tembus 90 juta

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,corona

Kasus virus corona di seluruh dunia tembus 90 juta

Seorang pria berlari melewati ratusan makam yang digali oleh aktivis LSM Rio de Paz di pantai Copacabana, yang menyimbolkan warga yang meninggal dunia akibat penyakit virus corona (COVID-19), di Rio de Janeiro, Brazil, Kamis (11/6/2020). (REUTERS/Pilar Olivares/aww/cfo)

London (ANTARA) - Kasus virus corona di seluruh dunia menembus angka 90 juta pada Senin (11/1), menurut hitungan Reuters, saat negara di semua belahan bumi berjuang mendapatkan vaksin dan terus memperluas atau memberlakukan kembali penguncian untuk memerangi varian baru COVID-19.

Varian baru virus corona yang semula ditemukan di Inggris Raya dan Afrika Selatan menyebar dengan cepat secara global.

Baca juga: Menkes akui distribusi vaksin COVID-19 ke berbagai daerah lebih sulit

Menurut hitungan Reuters, kasus virus corona meningkat tajam dalam beberapa bulan belakangan dengan sekitar sepertiga dari total kasus terdaftar dalam 48 hari terakhir.

Eropa, yang menjadi kawasan pertama yang melaporkan 25 juta kasus pekan lalu, masih menjadi daerah yang paling parah terdampak pandemi di dunia, disusul oleh Amerika Utara dan Amerika Latin, dengan masing-masing 22,4 juta dan 16,3 juta kasus.

Eropa melaporkan sekitar 31 persen dari 1,93 juta kematian COVID-19 secara global.

Inggris Raya, negara Eropa yang paling menderita akibat pandemi, melampaui 3 juta kasus pada Jumat lalu.

Negara tersebut akan memvaksinasi orang-orang yang paling rentan terhadap COVID-19 hingga pertengahan Februari dan berencana memberikan vaksin kepada orang dewasa pada musim gugur.

Untuk mengendalikan penyebaran varian baru virus corona, negara di seluruh dunia mulai memperluas pembatasan pergerakan masyarakat dan kegiatan usaha.

Di Jerman, Kanselir Angela Merkel dan para perdana menteri negara bagian pekan lalu sepakat untuk membatasi perjalanan non-esensial bagi warga di daerah episentrum pandemi di seluruh Jerman untuk pertama kalinya, setelah penguncian pada Desember lalu gagal mengurangi jumlah kasus secara signifikan.

Otoritas Prancis menerapkan jam malam yang lebih ketat di Kota Marseille setelah pihaknya mengumumkan temuan kasus varian baru COVID-19 Inggris di kota Mediterania tersebut.

Kemudian Amerika Serikat, negara yang mengalami pandemi terparah di dunia, melaporkan jumlah kematian COVID-19 tertinggi pada Rabu, dengan 4.000 lebih kematian dalam sehari.

AS mencatat lebih dari 22 juta kasus sejak virus corona mewabah, dengan laporan rata-rata 245.000 infeksi baru per hari selama tujuh hari terakhir, menurut data Reuters.

Sementara itu, di Asia, India mengkonfirmasi 150.000 lebih kematian COVID-19 pada Selasa lalu, menjadikannya negara ketiga yang mencatat rekor.

Negara Asia selatan itu merestui dua vaksin COVID-19 dan akan meluncurkan program vaksinasi pada 16 Januari, dengan memprioritaskan sekitar 30 juta pekerja garda terdepan dan layanan kesehatan.

Baca juga: Pasien RSD Wisma Atlet yang sudah sembuh dari COVID-19 capai 40.316 orang

Baca juga: Jepang temukan varian baru COVID-19 pada empat pelancong asal Brazil


Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar