Rencana masuk pasar modal, Dirut PTPN V: Kita tidak boleh IPO abal-abal

id ipo,ptpn v,perusahaan perkebunan,bursa saham,berita riau antara,berita riau terbaru

Rencana masuk pasar modal, Dirut PTPN V: Kita tidak boleh IPO abal-abal

Direktur PTPN V Jatmiko K. Santosa menjelaskan tentang penggunaan drone untuk perkebunan sawit kepada Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, di Pekanbaru, Jumat (14/2/2020). (ANTARA/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA) - Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V)Jatmiko K. Santosamenyatakan BUMN sektor perkebunan tersebut masih terus mempersiapkan rencana penawaran saham perdana atau IPO (initial public offering) untuk mendaftar ke bursa saham secara serius.

“Saya sampaikan ke pemegang saham kalau ini dijadikan bagian langkah restrukturisasi PTPN Grup, artinya kita gak main-main IPO-nya. Kita gak boleh IPO yang abal-abal istilahnya,” kata Jatmiko di Pekanbaru, Riau, Jumat.

Pihaknya masih terus melakukan persiapan dan mengkaji saat yang tepat untuk melaksanan IPO. Menurut dia, lembaga penyiapan IPO sudah bekerja, sedangkan untuk lembaga profesi penunjang sedang dalam proses.

Ketika disinggung berapa banyak saham yang akan ditawarkan di pasar modal, Jatmiko menyatakan masih menghitungdengan melihat potensi yang mungkin akan diterima oleh pasar calon investor.

“Sering kan kita bicara listing habis itu selesai, yang dijanjikan ke investor gak selesai juga. Ini yang kita jaga benar, kita olah apa yang membuat manfaat bagi kita semua,” katanya.

Ia mengatakan pada pembicaraan dengan pemegang saham, IPO PTPN V direncanakan pada tahun ini. “Target ke pemegang saham pada tahun ini, sebelum akhir tahun bisa kuartal III atau akhir kuartal II,” katanya.

Jatmiko mengatakan langkah IPO dilakukan untuk mendukung keberlanjutan dan pengembangan unit usaha di tubuh perusahaan perkebunan plat merah terbesar di Riau tersebut.

Menurut dia, di masa mendatang PTPN V tidak lagi bersandar pada pembiayaan konvensional seperti bank atau obligasi.

PTPN V setiap tahun rata-rata memproduksi 600.000 ton mnyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), yang merupakan hasil dari kebun inti sebesar 55 persen dan sisanya dari sawit plasma maupun nonplasma.

Di saat kondisi harga CPO turun karena dampak wabah Virus Corona yang membuat permintaan ekspor ke China menurun, pihaknya tetap optimis penjualan tidak terganggu karena menawarkan CPO dengan kualitas premium dan super premium.

“Sebenarnya pernjualan kita tak masalah, namun harga memang turun karena permasalahan itu (Corona) salah satunya,” ujar Jatmiko.

Baca juga: PTPN V dorong optimalisasi limbah sawit jadi arang briket sumber energi

Baca juga: PTPN V berencana melantai di bursa saham tahun ini, begini strateginya

Baca juga: PTPN V dukung polisi tindak tegas pegawainya di kasus karhutla Riau


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar