Korban banjir Kampar mulai terserang penyakit kulit

id Banjir,Banjir riau, banjir kampar

Korban banjir Kampar mulai terserang penyakit kulit

Pemerintah Provinsi Riau turun meninju dan menyerahkan bantuan banjir dari Gubernur Riau oleh Dinas Sosial , Dinas Kesehatan dan BPPD di Pulau Rambai sekaligus pemantauan ke beberapa lokasi banjir bersama bupati dan sekda Kampar Kamis (12/12). (ANTARA/HO-Diskes)

Pekanbaru (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyatakan sejauh ini korban banjir di Kabupaten Kampar mulai terserang penyakit kulit usai dua pekan genangan banjir di wilayah itu.

"Penyakit yang timbul di daerah terdampak banjir Kamparkebanyakan penyakit kulit," kata Kepala Dinas KesehatanProvinsi Riau Mimi Yuliani Nazir kepada Antara di Pekanbaru, Ahad.

Mimi menjelaskan untuk kebutuhan obat-obatan Diskes Riau saat miliki stok cukup. Selain itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan Diskes Kampar sejauh ini yang ada masih mampu memenuhi permintaan.

"Laporan dari Kadiskes Kampar , ketersediaan obat saat ini masih cukup," tutur Mimi.

Selain obat, sambung dia, Pemerintah Provinsi Riau juga sudah melakukan peninjauan kondisi banjir sekaligus menyerahkan bantuan logistik bagi korban banjir.

"Penyerahan bantuan banjir dari Gubernur Riau oleh Dinas Sosial , Dinas Kesehatan dan BPPD di Pulau Rambai sekaligus pemantauan ke beberapa lokasi banjir bersama Bupati dan Sekda Kampar," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger mengatakan banjir terjadi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kampar, Kuantan Singingi (Kuansing), Pelalawan dan Rokan Hilir. (Rohil). Banjir akibat meluapnya sungai di daerah tersebut menggenangi ribuan rumah penduduk.

Menurut dia, banjir di Rohul sudah berlangsung selama 18 hari. BPBD setempat masih melakukan penanganan bencana banjir di Dusun Pelanduk yang masih terisolir dengan 133 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, kemudian Desa Kota Intan ada 110 KK.

"Kondisi terkini air sudah surut lambat, sementara curah hujan di hulu masih tinggi," ujarnya.

Banjir di Kecamatan Kunto Darussalam juga mengakibatkan rusaknya dua jembatan, yakni Jembatan Sei Omang di Dusun Pelanduk, dan Jembatan Sei Manding di Dusun Limau Manis.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Tambusai, menggenangi beberapa lokasi yang rendah seperti Kelurahan Tambusai dan Desa Lubuk Soting. Sedangkan banjir di Kecamatan Bonai Darussalam, masih bertahan karena air kiriman dari hulu juga baru tergenang di daerah tersebut.

Baca juga: Walhi: Pemda harus prediksi bencana banjir kurangi kerugian besar

Baca juga: Kerugian pertanian akibat bencana banjir dan longsor di Limapuluh Kota capai Rp9 miliar


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar