Dinas Lingkungan Hidup Inhu benahi pelayanan publik

id pemkab inhu, advetorial inhu,berita inhu

Dinas Lingkungan Hidup Inhu benahi pelayanan publik

Kadis DLH Kabupaten Inhu Selamet. (ANTARA/Asripilyadi)

Rengat (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Indragiri Hulu mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat dan perusahaan di wilayahnya, salah satunya dengan melengkapi sejumlah fasilitas. Bahkan, pada 2019 ini sebanyak Rp3 miliar digelontorkan untuk peningkatan fasilitas pendukung.

"Kami bangun gedung Komisi Andal (KA) sebagai sarana pendukung dan kelengkapan fasilitas labor," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Indragiri Hulu Selamet di Rengat, Sabtu.

Ia mengatakan gedung Komisi Andal dibangun dengan nilai Rp1,4 miliar dan kelengkapan laboratorium uji limbah senilai Rp1,6 miliar. Semua masih berada di lingkunhan perkantoran DLH setempat, dan pada 2020 sudah bisa difungsikan.

Sebanyak 134 perusahaan perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Indragiri Hulu akan dilayani oleh Gedung KA tersebut. Ada 17 PKS sudah beroperasi dan tiga dalam proses pembangunan.

Dia mengatakan, jika ada laporan masyarakat berkaitan dengan limbah maka tidak perlu jauh-jauh ke Provinsi Riau untuk uji, Dengan fasilitas yang ada di Inhu, permasalahan itu bisa terlayani.

"Tentunya Kabupaten Inhu akan lebih baik berkaitan dengan pelayanan, uji labor ke depannya, dan dapat memilimalisir terjadinya kerusakan lingkungan," sebut Selamet.

Dia juga menyebutkan, jika semua sudah selesai maka pihaknya akan mengundang semua perusahaan, menggelar kegiatan sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan hidup sehingga semua pihak berkontribusi positip dalam membangun Kabupaten Indragiri Hulu.
Tim DLH Kabupaten Inhu. (ANTARA/Asripilyadi)


Pihak perusahaan juga diminta untuk tetap menjaga lingkungan, menjalin hubungan baik dengan masyarakat, pemerintah daerah dan berbagai pihak.

Selama ini semua laporan masyarakat cepat ditanggapi. Kebutuhan warga selalu direspon, ini untuk memberikan yang terbaik dalam rangka mencapai visi dan misi Indragiri Hulu.

Selain itu, untuk menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga diminta untuk tidak buang sampah sembarangan. "Telah tersedia kantong, kotak sampah awal sebelum diangkut ke Tempat Penampungan Akhir (TPA), dan akan ada kontribusi dengan aturan membayar Rp2.000 setiap bulannya akan menjadi Rp5.000.

Tahun 2019 juga ada kegiatan pembangunan kanal dalam mencegah terjadinya banjir, kebakaran gambut yang meluas dengan memperbaiki saluran irigasi optimal.

Kanal blok yang dibangun dari dana bantuan Bank Dunia senilai Rp800 juta sangat membantu, dana tersebut untuk membangun kanal pada empat desa yakni Redang, Tangjung Sari, Sialang Dua Dahan dan Pulau Jumat.

Masing-masing desa mendapatkan kucuran dana sebesar Rp200 juta. Ini diyakini bakal berlanjut untuk desa lain, saat ini tim lagi turun lapangan, berharap semua selesai dengan baik.
Tim DLH Kabupaten Inhu sedang memeriksa potensi pencemaran lingkungan. (ANTARA/Asripilyadi)


"Ini sangat kita syukuri, perhatian semua pihak sangat diapresiasi," tegas Selamet.

Menurutnya, di Riau hanya ada tiga kabupaten yang mendapatkan bantuan tersebut yakni Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Pelalawan.

"Ini antisipasi kebakaran lahan, dan meluapnya air di lahan gambut dan nentralkan volume air," terangnya. (Advetorial)
Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar