UAS kumpulkan infak umat Rp114 juta di Dumai

id Ustad somad, uas dumai,UAS

Suasana ceramah UAS di Kota Dumai, Jumat malam (6/9). (ANTARA/Abdul Razak)

Dumai (ANTARA) - Tablig abar memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriah diisi penceramah kondang UstazAbdul Somad di Kota Dumai dan berhasil kumpulkan infak Rp114 juta untuk donasi pembangunan Masjid di Palestina, Lombok NTB dan kegiatan sosial lainnya, Jumat (6/9) malam.

Ketua Panitia Tablig Akbar Faisal mengatakan, dana infak ribuan umat yang terkumpul akan disumbangkan membangun juga SD Al Quran di Kelurahan Jaya MuktiKecamatan DumaiTimur serta masjid/mushala di daerah pinggiran Kota Dumai.

"Alhamdulillah, infak umat akan kita salurkan untuk pembangunan masjid di Palestina, Lombok dan beberapa rumah ibadah di Dumai serta sekolah Alquran," kata Faisal.

Kehadiran UAS pada Jum'at (6/9) di Lapangan Bukit Gelanggang Jalan HR Subrantas Kota Dumai mendapat sambutan hangat luar biasa dari masyarakat, terbukti dari padatnya lapangan dan ribuan kendaraan parkir, baik roda dua dan mobil.

Faisalyang juga Penjabat Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai ini mengatakab tablig akbar mengambil tema "Pentingnya hijrah demi meraih ukhuwah dan kemuliaan" dihadiri lebih kurang 12 ribu warga Dumai dan dari kabupaten tetangga.

Dia berharap kedatangan UAS ini bisa memberi motivasi bagi masyarakat Dumai untuk lebih meningkatkan kualitas ibadah dan lebih mempererat persaudaraan sesama muslim.

"Mari kita tingkatkan kualitas ibadah di tahun baru 1441 hijrah ini, dan semoga kehadiran UAS bisa memberi motivasi bagi kita semua dalam mempererat persaudaraan," sebutnya.

UstazAbdul Somad dalamceramahnya menyampaikan hijrah seseorang harus dibarengi dengan niat tulus dan sungguh-sungguh, dan meminta agar semua umat menjaga sholat karena semua amal baik tidak akan guna jika sholat tidak ditunaikan.

"Mari berhijrah untuk meraih berkah dan kemuliaan, dan jangan lupa untuk tetap menunaikan sholat," kata UAS dalam ceramah di depan Wali Kota Dumai Zulkifli AS dan sejumlah pimpinan daerah lainnya.

Ustad asal Pekanbaruini menyebut ada empat penyakit yang dapat merusak diri dan negara, yaitu, generasi muda yang jauh dari masjid, orang dengan sifat kikir tamak dan mengikuti hawa nafsu, pemimpin tidak amanah dan mengagumi diri sendiri karena harta jabatan dan kekuasaan.

Seorang warga, Nofri mengaku puas dan bangga bisa menyaksikan UAS secara langsung meski dari kejauhan dan harus berdesakan dengan jemaah lain yang tumpah ruah di lapangan berkapasitas 10 ribu orang itu.

"Kondisi lapangan sangat ramai dengan warga, tapi saya maklum dan sangat bangga bisa melihat langsung UstazSomad," kata Nofri yang datang bersama keluarga.

Baca juga: Ribuan warga Bangka Tengah antusias sambut UAS

Baca juga: UAS: Saya serukan persatuan, bukan membawa fitnah dan perpecahan


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar