750 polisi amankan demo pendukung PSPS Riau

id PSPS Riau, Sepakbola, Liga 2

Ribuan suporter PSPS Pekanbaru menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Riau, di Kota Pekanbaru, Senin (24/6/2019). (Antaranews/Vera Luciana)

Pekanbaru (ANTARA) - Sebanyak 750 personel Kepolisian Resor Kota Pekanbaru dan Kepolisian Daerah Riau mengamankan aksi demonstrasi yang digelar sekitar seribuan pendukung PSPS Riau.

Dalam aksi unjuk rasa yang digelar Senin petang di jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Kantor Gubernur Riau itu, massa menagih janji Gubernur Riau Syamsuar dalam upaya penyelamatan klub sepakbola yang sempat berjaya di era 1990-an itu.

Dengan membawa atribut berupa bendera, banner serta membakar flare, massa bergerak berjalan kaki dari gedung Perpustakaan Wilayah Soeman HS menuju gerbang depan Komplek Perkantoran Gubernur Riau.

Sebagai upaya pengamanan, Kepolisian pun menyiagakan 750 personel gabungan Sabhara dan Brigade Mobil Polda Riau. Selain itu, turut dikerahkan kendaraan taktis seperti water Canon.

"Ada 750 personel polisi dalam pengamanan aksi itu," kata Paur Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Budhianda.

"Sejumlah kendaraan taktis juga disiagakan. Salah satunya mobil water cannon," tuturnya.

Disinggung soal skema pengamanan demonstrasi, Budhia menuturkan pihak kepolisian tetap mengedepankan upaya secara humanis dan persuasif.

Aksi damai itu digelar para pendukung fanatik PSPS Riau dari berbagai komunitas seperti Curva Nord, Asykar Theking, dan lainnya. Aksi ini juga buntut dari kekecewaan pendukung dengan langkah terseok-seok PSPS Riau saat mengawali Liga 2 Indonesia.

Pada laga perdana itu, klub yang pernah diperkuat legenda hidup Bima Sakti itu takluk dari PSMS Medan, 3-2 pada laga kandang yang digelar di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, Pekanbaru.

Dolly San David, salah satu pendukung Old Ultras mengatakan PSPS Riau dalam kondisi menyedihkan dalam menghadapi Liga 2 musim 2019/2020 ini. Hingga laga bergulir, tak ada satupun perusahaan yang bersedia mensponsori klub kebanggaan Lancang Kuning itu.

Akibatnya, banyak pemain tak bergaji meski kontrak telah diperpanjang. Padahal, sedikitnya dibutuhkan Rp3 miliar untuk mengarungi kompetisi tertinggi kedua di Indonesia itu. Gubernur Riau Syamsuar, katanya, pernah berjanji akan membantu PSPS Riau dengan menjembatani enam perusahaan raksasa di daerah itu untuk menjadi sponsor.

Namun, Dolly mengatakan janji hanya tinggal janji. Untuk itu, aksi kali ini mereka menagih janji itu dan meminta komitmen pemerintah membantu PSPS Riau.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar