Distanak Pekanbaru Vaksin Ribuan Hewan Penular Rabies

id distanak pekanbaru, vaksin ribuan, hewan penular rabies

Sumber : Antaranews

Pekanbaru (Antarariau.com) - Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru menyebutkan telah memberikan vaksin terhadap ribuan hewan penular rabies seperti anjing, kucing dan kera dalam semester pertama tahun 2018.

"Ini merupakan langkah penting dalam menekan penyebaran virus rabies," ucap Kadis Pertanian dan Perikanan Pekanbaru melalui Kepala seksi Kesehatan hewan dan masyarakat Vateriner (Keswan Kesmavet) Herlandria di Pekanbaru, Senin.

Herlandria menuturkan setidaknya hingga bulan Juni 2018 pihaknya telah memvaksin 3.443 ekor hewan penular rabies (HPR) dengan rincian 716 ekor anjing, 2710 ekor kucing dan 17 ekor kera.

Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan program tahunan Distanak terhadap upaya pencegahan dan menekan jumlah penyebaran virus tersebut.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa hal ini juga bertujuan untuk menghindari penularan rabies ke manusia yang dapat berujung pada kematian.

Herlandria menambahkan bahwa jumlah tersebut masih belum maksimal lantaran dari persentasi target yang saat ini dimiliki pihaknya upaya vaksin tersebut baru mencapai 40 persen dari total seluruh HPR yang ada di Pekanbaru.

Kendati tidak merincikan soal berapa target HPR saat ini, namun menurutnya pihak Distanak sendiri harus bekerja ekstra keras guna menekan angka penyebaran virus rabies tersebut.

"Masih banyak yang harus di vaksin," imbuhnya.

Oleh sebab itu Herlandria menerangkan bahwa pihaknya kini tengah melakukan upaya jemput bola ke rumah-rumah masyarakat yang memiliki hewan peliharaan yang termasuk dalam jenis HPR tersebut.

Upaya ini diakui Herlandria sebagai usaha baru dimana langkah sebelumnya dengan menyediakan posko pemberian vaksin di berbagai kelurahan yang ada di Kota Pekanbaru belum memberikan hasil yang diinginkan.

Dikatakan belum memberikan hasil memuaskan lantaran masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memberikan vaksin tersebut kepada peliharaan mereka.

Sehingga akhirnya pihak Distanak sendiri melakukan upaya jemput bola ke rumah masyarakat. Hal tersebut dilakukan dengan menggandeng instansi kemasyarakatan seperti RT dan RW sehingga menghilangkan kekhawatiran masyarakat terhadap petugas pemberi vaksin tersebut.

"Kalau tidak jemput bola maka masyarakat tidak akan memberikan vaksin tersebut," keluhnya.

Ia berharap adanya kerja sama dari masyarakat pemilik HPR tersebut. Pasalnya selain gratis, pemberian vaksin tersebut merupakan kebutuhan bagi hewan peliharaan masyarakat.

Oleh Retmon Bensal Putra

Pewarta :
Editor: Antara
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar