Usulkan Program Revitalisasi Angkot, Dishub Dumai Patok Anggaran Rp9 Miliar

id usulkan program, revitalisasi angkot, dishub dumai, patok anggaran, rp9 miliar

Usulkan Program Revitalisasi Angkot, Dishub Dumai Patok Anggaran Rp9 Miliar

Dumai, Riau, (Antarariau.com) - Dinas Perhubungan Kota Dumai, Riau, mengusulkan kebutuhan anggaran program revitalisasi penyelenggaraan angkutan perkotaan ke pemerintah pusat sebesar Rp9 miliar pada 2016.

Kepala Dishub Dumai Bambang Sumantri menyebutkan, tujuan revitalisasi angkutan perkotaan ini agar dapat mendorong pengusaha memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang.

"Anggaran ini kita usulkan melalui dana alokasi khusus Kementerian Perhubungan untuk mendorong angkutan perkotaan yang ideal dan memenuhi standar," katanya, Rabu.

Dijelaskan, revitalisasi ini juga bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya dengan meningkatkan pelayanan ke masyarakat.

Usulan ini berdasarkan upaya daerah menangkap peluang anggaran pusat untuk mengoptimalkan pelayanan dan penataan penyelenggaraan sistem angkutan kota.

"Kemenhub mendorong daerah untuk menata sistem penyelenggaraan angkot dengan penyediaan DAK, karena itu kita mengajukan usulan anggaran tersebut," jelasnya.

Dishub Dumai menilai moda transportasi darat ini harus dibenahi agar tidak kalah bersaing dengan kendaraan pribadi dan angkutan alternatif lain.

Rencana revitalisasi meliputi, pembenahan armada angkutan kota agar dilirik calon penumpang, seperti perbaikan, pengecatan ulang sesuai trayek dan lain sebagainya serta memberikan subsidi ke perusahaan penyedia angkot.

Kepala Bidang Perhubungan Darat Dishub Dumai Reinhard Ronald pernah menyebutkan bahwa keberadaan armada angkot dinilai tidak mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat dan tidak setia dalam melayani trayek.

Namun, menurut dia, pihak angkot juga tidak bisa disalahkan karena masyarakat sendiri yang memilih kebutuhan armada transportasi, dan pemerintah wajib menjamin kelangsungan pelayanan transportasi darat ini.

"Rencana pembenahan angkutan juga dengan subsidi ke perusahaan angkot dalam melayani trayek, baik dalam kota maupun di wilayah perbatasan karena potensi penumpang sangat kecil dewasa ini," terangnya.