Dua kapal Polairud ke Bagansiapiapi, ada apa?

id Polda Riau,Bagansiapi-api

Dua kapal Polairud ke Bagansiapiapi, ada apa?

Polda Riau mengirimkan bantuan dua kapal BKO Polairud dari Dumai dan Pekanbaru ke Bagansiapiapi untuk mengatasi kapal penangkap ikan yang menggunakan alat-alat ilegal seperti pukat harimau. (Antara/HO- Polda Riau).

Pekanbaru (ANTARA) - Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengerahkan dua unit BKO (bawah kendali operasi) kapal bantuan Polairud dari Dumai dan Pekanbaru untuk mengatasi maraknya penangkapan ikan yang menggunakan alat-alat ilegal seperti pukat harimau di perairan Bagansiapiapi.

"Polda Riau mengerahkan dua unit kapal Polairud untuk menyokong Satpolairud Rohil dalam pengamanan di perairan Bagansiapiapi. Sebab masyarakat ini terkendala dengan masih banyaknya kapal kapal yang dari luar dan kemudian melakukan penangkapan dengan menggunakan jaring yang tidak sesuai aturan," kata Agung kepada media di Pekanbaru, Rabu.

Hal itu untuk menindaklanjuti keluhan nelayan di wilayah tersebut yang menyatakan banyaknya kapal ikan dari luar Bagansiapiapibahkan dari Malaysia yang menangkap ikan dengan menggunakan alat-alat tangkap yang dilarang dan merusak ekosistem di perairan Bagansiapi-api.

Baca juga: Kolaborasi basmi narkoba di Riau

Dia pun berharap dengan pengerahan dua unit kapal BKO itu maka pengawasan di wilayah perairan Bagansiapiapi dapat dilaksanakan lebih maksimal lagi, juga menjaga para nelayan dapat mencari ikan dengan rasa aman dan nyaman.

"Untuk itu, menjadi perhatian kita, untuk menyelesaikan bersama KKP dan stake holder(pemangku kepentingan) yang lain. Dan hari ini kita menggeser dua kapal dari Dumai dan Pekanbaru untuk kita BKO kan ke Bagansiapiapi ini agar supaya persoalan ini selesai," kata Agung.

Sebelumnya, saat kunjungan kerja Agung ke RokanHilir, nelayan di wilayah tersebut mengeluh banyaknya kapal besar dari luar Bagansiapiapi yang menggunakan alat ilegal menangkap ikan di wilayah perairan mereka. Hal ini membuat nelayan di wilayah tersebut kesulitan mencari ikan.
Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2021