Peran Bumdes di tengah pandemi COVID-19 di Bengkalis

id pemkab bengkalis,Bumdes bengkalis,Bumdes kuala alam, bengkalis

Peran Bumdes di tengah pandemi COVID-19 di Bengkalis

Wakil Bupati Bengkalis saat meninjau Bumdes Kuala Alam di Kecamatan Bengkalis. (ANTARA/Alfisnardo)

Bengkalis (ANTARA) - Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) menjadi salah satu elemen penting yang bisa memainkan peran membangkitkan dan menggairahkan perekonomian yang lesu di tengahpandemi COVID-19.

Adalah Bumdes Kuala Alam Kecamatan Bengkalis yang masih eksis dengan empat unit usaha yang dikelola dan terus berkembang serta menjadi percontohan Bumdes terbaik di kabupaten yang berjuluk Negeri Junjungan ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bengkalis Yuhelmimenyebut ada 136 Bumdes di Negeri Junjungan dan beberapa di antaranya telah berkembang secara baik.

“Contohnya Bumdes Kuala Alam, berkembang sangat baik terlihat dari empatunit usaha Bumdes Kuala Alam yakni unit perkebunan, pengolahan, perdagangan dan unit usaha simpan pinjam,” ucap Yuhelmidi Bengkalis, Selasa (11/5).

Bahkan saat ini Bumdes Kuala Alam telah menghasilkan sekitar 30 produk pangan lokal. Dan yang unik di antaranya ialah olahan ikan lomek yang telah mendapatkan 1 ton permintaan tiap bulannya.

Yuhelmi berharap ke depannya Bumdes di Kabupaten ini harus mampu bergerak cepat menyalurkan dan mendistribusikan manfaat dari setiap program yang ada, terlebih di masa pandemi COVID-19.

“Badan Usaha Milik Desa harus bergerak cepat mulai dari penyiapan regulasi, hingga mengakomodir hasil UMKM, baik kerajinan dan sebagainya,” pungkas Yuhelmi.

Tak hanya itu, Bumdes juga diminta untuk menjawab apa yang menjadi harapan masyarakat, terutama dalam peningkatan perekonomian karena ada dana sebesar Rp1 miliar yang masih tersedia untuk dimanfaatkan lebihjauh.

Pekerjakan 60 warga

Direktur Bumdes Kuala Alam, Zulkifli mengungkapkan Bumdesyang dikelolanya telah mampu mempekerjakan 60 orang masyarakat sekitar.

Kendati demikian, Zulkifli turut menyampaikan kendala yang dialami Bumdes ketika ingin mengembangkan usahanya.

“Pengurusan NPWP kaitannya dengan biaya retribusi sampah per tahun 350.000 atau 30.000 per bulan sehingga memberatkan kami sebagai pengusaha lokal,” kata Zulkifli.

Kemudian Bumdes Kuala Alam juga terkendala pengurusan Perizinan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) karena selama tiga bulan pengurusannya belum juga selesai, entah di mana kendalanya.

Wakil Bupati Bagus Santoso meminta perhatian pimpinan organisasiperangkat daerah di wilayahnyaterkait izin yang dinilaimemberatkan pelaku usaha sehingga tidak mau melanjutkan usahanya karena terkendala hal itu.

“Bagaimana nantinya terkait izin yang memberatkan pelaku usaha, kita coba untuk gratiskan, kita akan buat kesepakatan bersama bagaimana memberikan pelayanan terbaik bagi Bumdes dan UMKM yang selama ini masih kesulitan dalam mengurus izin.,” pungkas Wabup Bagus Santoso.

“Saya mempunyai mimpi, dimana Bumdes menjadi outlet-outlet yang hanya menjualkan. Kalau yang menciptakan lomek adalah kuala alam, tapi bagaimana 136 Bumdes turut menjualkan sebagai outlet pasar dari lomek ini,” jelasnya.

Komitmen Pemkab Bengkalis

Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso mengungkapkan bahwa Pemkab Bengkalis memiliki komitmen dalam memberdayakan Bumdes dan UMKM.

“Kita sudah memiliki kesepakatan dari awal. Dimana visi misi dari Kasmarni Bgaus Santoso itu diantaranya yang ke delapan adalah memberdayakan potensi-potensi lokal untuk diunggulkan, mengungkit ekonomi, salah satu caranaya dengan Bumdes kemudian juga dengan mendirikan UMKM” lanjutnya.

Selain itu Pemkab Bengkalis juga mengupayakan memperkuat usaha Bumdes yang ada di Negeri Junjungan.

Selain itu Wabup juga memberikan masukan, memotivasi dan menanyakan kendala yang dialami Bumdes Kuala Alam guna dicari solusinya.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar