ACT beri bantuan korban gempa Banten

id Aksi Cepat Tanggap,Gempa Banten,Bantuan Korban Gempa,ACT, ACT Riau

Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyerahkan bantuan kepada korban gempa Banten. (Dok ACT/19)

Jakarta (ANTARA) - Lembaga amal filantropi, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyalurkan paket bantuan kepada 20 keluarga di Kampung Mandalawangi, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang setelah gempa magnitudo 6,9 melanda Banten pada Jumat (2/8) malam.

"Alhamdulillah, sejak Sabtu (3/8) malam, bantuan berupa paket pangan sudah kami distribusikan untuk warga-warga terdampak gempa, meliputi beras, minyak, gula, teh, kecap, dan bantuan logistik lainnya," kata anggota Tim Tanggap Darurat Bencana ACT Lukman Solehudin melalui siaran pers yang diterima di Pekanbaru, Senin.

Lukman menururkan suasana di Kampung Mandalawangi sudah kondusif. Sebagian warga telah kembali ke rumah masing-masing, tetapi beberapa warga masih tinggal di rumah kerabatnya karena hunian mereka rusak parah akibat gempa.

Lukman mengatakan Tim Tanggap Darurat Bencana ACT setelah menyalurkan bantuan pangan berencana membantu warga membersihkan dan memperbaiki rumah mereka masing-masing. Ada sekitar 60 rumah warga yang rusak akibat gempa.

"Meskipun mayoritas aktivitas warga sudah mulai normal dan ada yang mulai memperbaiki rumah, tetapi masih banyak yang pasrah menunggu bantuan karena rumahnya rusak berat dan belum dapat memperbaiki," tuturnya.

Setelah penyaluran bantuan pangan, Tim ACT akan melakukan pendampingan terhadap rumah-rumah warga yang rusak. Lukman berharap warga bisa segera kembali menempati rumah mereka masing-masing.

Bertepatan dengan perayaan Idul Adha 1440 Hijriyah, Global Qurban-ACT juga akan terus bersama para korban bencana. Global Qurban- ACT menargetkan 100.000 kurban setara kambing yang akan menyasar kembali 34 provinsi di Indonesia dan menjangkau 50 negara, serta menyapa 7.500.000 penerima manfaat warga prasejahtera, wilayah konflik, dan bencana.

Dana kurban masyarakat tersebut diharapkan menjadi penyuntik semangat para penyintas gempa. Hal ini selaras dengan tim ACT beserta Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) yang terus ikut bergotong royong membantu warga yang menjadi korban bencana.

Harapannya, kurban tidak lagi menjadi sebuah perayaan keagamaan namun juga menjadi sarana para penyintas untuk terus bangkit dan tidak merasa sendiri.

Bersama mitra-mitra peduli, ACT akan terus berjalan membantu saudara yang kesusahan di pelosok Indonesia hingga penjuru dunia atas nama kemanusiaan.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar