Tim debat bahasa inggris PCR raih harapan satu pada NPEO 2019

id Pcr

Tim debat bahasa inggris PCR raih harapan satu pada NPEO 2019

Tim debat bahasa inggris PCR juara harapan satu pada kompetisi tahunan National Polytechnic English Olympics (NPEO) yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Bali. (dok Antarariau/19)

Pekanbaru (ANTARA) - Politeknik Caltex Riau (PCR) kembali menorehkan prestasi pada tingkat nasional. Tim debat bahasa Inggris PCR mengikuti kompetisi tahunan National Polytechnic English Olympics (NPEO) yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Bali. Ronaldo Agung Nugroho dan Auzhar Fakhri berhasil bawa pulang juara harapan satu kategori debate.

Pada tahun ini, NPEO memperlombakan lima divisi, yakni debate, news casting, storytelling, Writing Competition dan speech. Ronaldo, yang merupakan mahasiswa tingkat akhir Program Studi D4 Teknik Informatika ini berhasil buktikan bahwa PCR juga dapat berkiprah di bidang-bidang non-teknik.

NPEO ini merupakan agenda rutin tahunan di bawah naungan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Ristek Dikti untuk Politeknik di Indonesia. NPEO tahun 2019 diselenggarakan selama lima hari, mulai dari tanggal 28 April – 3 May 2019 di Politeknik Negeri Bali.

Ronaldo mengatakan untuk sampai ke babak final butuh persiapan yang sangat matang dan konsentrasi yang penuh.

"Selama 1 minggu lebih sebelum bertanding kami melakukan latihan intens dengan dibimbing oleh Pak Jay. Pencapaian ini tidak terlepas dari hasil kerja keras, latihan, dedikasi dan usaha serta dukungan dari berbagai pihak," kata Ronaldodi Pekanbaru, Kamis.

Keberhasilan ini diraih bukan tanpa kendala. Dituntut untuk fokus dalam beberapa hal sekaligus, yakni kerja praktik dan menyiapkan laporannya, tak melunturkan kegigihan Ronaldo dalam berkompetisi.

"Jadi waktu intensif latihan itu juga lagi kerja praktik, Saya minta izin dari perusahaan tempat KP saya untuk pulang dan mempersiapkannya," tambahnya.

Sementara itu, Auzhar sangat senang bisa meraih prestasi pada event berskala nasional ini. Hal ini tentunya berkat dukungan dan kerjasama dari beberapa pihak sehingga bisa membawa harum nama PCR di kancah Nasional.

Sebelum memasuki babak final, peserta debat mulai berkompetisi, mulai dari babak pre-eliminasi hingga ke babak semifinal untuk memperebutkan 4 tim terbaik yang lolos ke babak Grand Final. Pertama kali berkompetisi di NPEO, Auzhar mengaku tak menyangka dapat lolos ke babak final serta membawa pulang gelar juara.

"Kaget banget dapat juara karena kompetitornya rata-rata sudah berpengalaman," imbuhnya.

Pembimbing tim NPEO PCR, Zainal Arifin Renaldo, S.S., M.Hum mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh tim.

"Alhamdulillah tim NPEO kali ini bisa meraih juara harapan 1 nasional. Sebelumnya tim NUDC kita juga juga meraih juara harapan 1 dan lolos tingkat nasional," ujarnya

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar