UAS ajak masyarakat tolak politik uang

id UAS,Ustadz Abdul Somad, bupati inhil, inhil, hm wardan

UAS saat menyampaikan tausyahnya dihadapan puluhan ribu jamaah di lapangan Gajah Mada, Tembilahan

Mana mempan serangan fajar, apalagi cuma 100 ribu, tak laku!," ucapnya.


Tembilahan (Antaranews Riau) - Penceramah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) mengajak seluruh masyarakat khusus masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, untuk menolak praktik politik uang pada Pemilu tahun ini.

Tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad merupakan sebuah rangkaian peringatan Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Nawawi Siddiq Berjan, Syekh Muhammad Ali Bin Syekh Abdul Wahhab dan Haul Jama' serta HUT Ponpes Al-Baqiatussa'adiyyah ke-18 dan Majelis Ta'lim Al-Hidayah Ke-22 Cabang Tembilahan.

"Jangan dukung politik uang. Kalaupun terdesak, ambil amplopnya, ambil uangnya, ambil bantuannya, wakafkan ke masjid, selesai urusan," Kata UAS di acara Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al Jailani, Jumat.

Dikatakan UAS, masyarakat Inhil terkenal kaya, penghasil kelapa hibrida dengan jumlah jamaah haji terbanyak.

"Mana mempan serangan fajar, apalagi cuma 100 ribu, tak laku!," ucapnya.

Dia mengajak semua masyarakat untuk memilih tokoh yang berintegritas dan peduli pendidikan terutama pendidikan agama.

Dia juga mengajak para jemaah yang hadir untuk tidak golput dalam memilih pemimpin.

"Ingat jangan sampai golput, pilih pemimpin yang memperjuangkan pendidikan. Ingat ini bukan kampanye, karena UAS bukan caleg, kita tidak ingin suara masyarakat Inhil seperti buih di lautan.

Dia mengharapkan masyarakat Inhil dapat lebih bijak dalam memilih wakil rakyat, jangan sampai suara masyarakat hilang seperti buih di tengah laut.

Dia juga mengingatkan agar seluruh masyarakat tidak mudah tertipu seperti melihat orang berjalan di atas air dan terbang di atas awan, karena kata dia setan pun bisa melakukan itu.

"Yang perlu kita lihat adalah istikharahnya, karena ekonomi masyarakat akan bangkit jika dipilih oleh masyarakat baik-baik," ajaknya.
Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar