Pekanbaru (ANTARA) - Anggota DPRD Riau daerah pemilihan (dapil) Rokan Hulu Hardi Chandra mendesak perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah setempat untuk berkonstribusi dalam perbaikan Jembatan Sei Rokan II di Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rohul yang nyaris putus dan dalam kondisi miring.
"Ada 150 investor di wilayah itu, 50 di antaranya merupakan pabrik kelapa sawit yang setiap harinya kendaraan operasional mereka melewati jembatan sampai kondisinya rusak," ujar Hardi Chandra di Pekanbaru, Rabu.
Hardi mengatakan status jembatan merupakan ruas jalan kewenangan provinsi sehingga ia meminta Gubernur Riau Abdul Wahid menginstruksikan perusahaan untuk ikut berkonstribusi melalui dana CSR mereka.
"Jembatan ini kewenangannya ada di provinsi. Jadi kita minta Gubernur untuk mengkoordinasikan lansung dengan seluruh perusahaan bergotong royong karena mereka juga yang memakai jembatan itu. Kalau menunggu dana APBD apalagi di tengah efisiensi anggaran, ini akan memakan waktu yang lama," ucap dia.
Hardi mengaku khawatir jika tidak ditindaklanjuti akan membahayakan masyarakat yang melintasi jembatan tersebut, apalagi curah hujan yang tinggi meyebabkan material bangunan jembatan rawan tergerus oleh arus sungai.
"Kita miris melihat jembatan di Ujung Batu Rohul. Jembatannya sudah mau hanyut karena curah hujan tinggi sampai saat ini belum ada tindak lanjut," ucap dia.
Dia menyampaikam estimasi perbaikan jembatan dengan panjang 100 meter itu diperkirakan senilai Rp5 miliar. Jika jembatan dibiarkan hanyut maka anggaran yang digelontorkan justru lebih besar untuk membangunnya kembali dengan perkiraan biaya sebesar Rp30-50 miliar.
"Ini harus segera ditindaklanjuti, karena kalau nunggu jembatan ini hanyut akan lebih besar anggaran yang digunakan untuk membangunnya kembali," kata Hardi.
Sebagai informasi, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Rokan Hulu dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Rokan meluap. Kondisi ini semakin memperburuk kerusakan pada jembatan Sungai Rokan Kiri. Saat ini Pemkab Rokan menutup akses sementara jembatan bagi kendaraan berat (roda enam) untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi.