BPKH nilai bagus BRK terkait penghimpunan dana haji

id Brk, bank riau kepri, bpkh, haji

BPKH nilai bagus BRK  terkait penghimpunan dana haji

Diskusi antara pihak BPKH dan jajaran Bank Riau Kepri. (ANTARA/HO-brk)

Pekanbaru (ANTARA) - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melakukan monitoring dan pengawasan ke Bank Penerima Setoran - Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji atau BPS-BPIH yang ada di Provinsi Riau, salah satunya ke Bank Riau Kepri (BRK).

Dalam kunjungannya itu, Dewan Pengawas BPKH menyebutkan dari kriteria yang ada, Bank Riau Kepri memiliki kinerja yang bagus dari parameter keuangan dan pendaftaran jamaah haji.

"Dalam parameter rasio keuangan, mulai dari Financing to Deposit Ratio (FDR) atau loan to depositsratio (LDR), Return On Assets (RAR) serta pembiayaan, itu semua dalam kondisi yang bagus. Sedangkan berdasarkan Risk Acceptance Criteria (RAC), Bank Riau Kepri itu termasuk yang low risk atau risiko rendah. Kami berharap Bank Riau Kepri terus dapat menjaga kinerja yang baik ini," kata Suhajidi Pekanbaru, Kamis.

Selain itu juga, dari sisi penghimpunan dana jamaah haji, Bank Riau Kepri masih menjadi yang pertama terbaik jika tidak terjadi merger antara 3 bank syariah BUMN (Mandiri, BRI dan BNI) menjadi Bank Syariah Indonesia. Sebab, Bank Riau Kepri menjadi penghimpun dana haji yang terbesar di Riau dengan porsi 40 persen.

"Kalau sekarang Bank Riau Kepri nomor 2 setelah BSI, itu wajar karena di BSI ada 3 bank yang berkumpul sekarang dengan 60 persen pendaftar jamaah haji. Kami sampaikan kepada Gubernur Riau tadi, bahwa BPKH sangat memberikan support kepada Bank Riau Kepri dalam penempatan dan investasi. Untuk itu kami memberikan apresiasi kepada Direktur Utama, pak Andi dan jajaran direksi lainnya," kata Suhaji.

Secara umum, kata Suhaji, pendaftaran jamaah haji di seluruh Indonesia menurun hingga 36 persen karena pandemi COVID-19 yang belum tahu kapan berakhir. Sementara, dari data yang ada hingga 12 Oktober 2021, Bank Riau Kepri hanya turun 12 persen. "Artinya penurunannya masih jauh di bawah rata-rata pendaftar jamaah haji di seluruh Indonesia," katanya lagi.

Sementara menurut anggota badan pelaksana di BPKHIskandarZulkarnain, Bank Riau Kepri jika sudah menjadi Syariah bisa meraih peringkat pertama dalam penghimpunan dana jamaah haji dengan potensi ASN yang cukup besar di Riau dan Kepri. Ditambah lagi jika empat fungsi Bank Riau Kepri dalam kerjasama dengan BPKH dilaksanakan dengan baik.

"Selain sebagai Bank Penerima Setoran, Bank Riau Kepri juga memiliki fungsi penempatan yaitu menempatkan pada pihak ketiga yaitu deposito tabungan, fungsi mengolah nilai manfaat dan fungsi mitra investasi. Tujuan dari kunjungan dan Monev kita ini ke Bank Riau Kepri salah satunya ingin meningkatkan kerjasama. Kita ingin fungsi yang keempat ini ditingkatkan, karena sudah ditunjuk bank Investasi. Seperti apa yang disampaikan oleh pak Dirut tadi, beberapa kerjasama investasi bisa kita lakukan," kata Kandidat Doktor itu.

Selanjutnya, kata Iskandar, mengenai sinergitas yang dibangun BPKH dengan Bank Riau Kepri dalam meningkatkan pendaftar jamaah haji di Riau ini selama masa pandemi COVID-19 ini dengan layanan digitalisasi dan jemput bola bersama kementerian agama.

Sementara itu, Direktur Utama BRK Andi Buchari dalam kesempatan yang sama menyampaikan sebelum diskusi dengan BPKH di Menara Dang Merdu, rombongan BPKH juga sudah berdialog dengan Gubernur RiauSyamsuar. Secara detail, Gubernur Riau juga memaparkan bagaimana proses konversi Bank Riau Kepri menjadi Bank Umum Syariah.

"Dari Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Riau Kepri, September kemarin aset kita sudah nyaris Rp 6,8 triliun. Khusus unit usaha syariah, Bank Riau Kepri sudah melampaui Unit Syariah Bank DKI. Padahal jika dilihat dari jumlah penduduk Jakarta 15 juta jiwa, Riau dan Kepri 10 juta jiwa. Artinya yang memanfaatkan layanan syariah ini sudah lebih besar di Riau dan Kepulauan Riau," kata Andi Buchari.

Sebelum pertumbuhan aset, pertumbuhan pihak ketiga dan pembiayaan dipersentasikan, Andi Buchari juga menjelaskan, pada Desember 2020 pertumbuhan syariah Bank Riau Kepri sekitar 60 an persen. Sedangkan Bank Riau Kepri asetnya sudah nyaris Rp30 triliun, meskipun pada bulan Juli sudah melampaui Rp30 triliun.

"Terjadi penurunan ini karena kita harus melepas dana-dana yang mahal dan kita saat ini juga berkenaan dengan proses pemulihan ekonomi erat kaitan di ujung pandemi COVID-19.

Kemudian kita juga menjaga parameter yang lain yang tentunya harus dilakukan agar kontribusi Bank Riau Kepri untuk daerah menjadi andalan setiap tahun. Bagaimana deviden dari laba yang kita hasilkan bisa menjadi penyumbang terbesar di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau tentunya," ujar Andi.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2021