Logo Header Antaranews Riau

1.578 peserta ramaikan Pekan Raya Biologi 2026

Senin, 19 Januari 2026 13:08 WIB
Image Print
Pembukaan Pekan Raya Biologi 2026 Universitas Riau (ANTARA/dok)

Pekanbaru (ANTARA) - Sebanyak 1.578 peserta dari berbagai sekolah dan jenjang pendidikan mengikuti Pekan Raya Biologi (PRB) 2026 yang resmi dibuka di Gedung M. Diah FKIP Universitas Riau, Senin (19/1).

Kepala Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau Darmadi mengatakan tingginya jumlah peserta mencerminkan antusiasme serta kepercayaan masyarakat terhadap PRB sebagai ajang kompetisi akademik yang berkualitas.

“Jumlah peserta ini menunjukkan bahwa Pekan Raya Biologi masih relevan dan dipercaya sebagai wadah kompetisi akademik yang mampu mengembangkan potensi akademik peserta didik,” ujarnya.

Widyaiswara Dinas Pendidikan Provinsi Riau Muhammad Yuzar menilai olimpiade pendidikan menjadi sarana strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui integrasi teori dan praktik, sekaligus membuka ruang kompetisi yang sehat bagi peserta didik lintas jenjang.

Ia menyebutkan pengembangan olimpiade pendidikan di Provinsi Riau masih memiliki ruang yang luas sehingga membutuhkan kolaborasi antara satuan pendidikan, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah.

“Dinas Pendidikan Provinsi Riau mendukung penuh kegiatan ini sebagai upaya peningkatan daya saing dan prestasi peserta didik,” katanya.

Sementara itu, Wakil Dekan III FKIP Universitas Riau Ria Novianti menjelaskan PRB 2026 menjadi pembuka rangkaian Olimpiade akademik yang diselenggarakan oleh 16 program studi di lingkungan FKIP Universitas Riau hingga Mei 2026.

Ia menambahkan, Pekan Raya Biologi sejak 2025 telah diarahkan ke tingkat nasional dan diinisiasi untuk didaftarkan ke Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), meskipun masih memerlukan penyempurnaan administrasi.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau M. Job Kurniawan, AP, M.Si menyatakan dukungan Pemerintah Provinsi Riau terhadap PRB 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusia,” tambahnya.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026