Arus Mudik - Mudik Bareng Pelindo 1 Kurangi Angka Kecelakaan

id arus, mudik -, mudik bareng, pelindo 1, kurangi angka kecelakaan

 Arus Mudik - Mudik Bareng Pelindo 1 Kurangi Angka Kecelakaan

Pekanbaru (Antarariau.com) - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, M. Taufik Oesman Hamid, menilai program "Mudik Gratis Bareng Pelindo 1" sangat bermanfaat karena mampu menekan risiko kecelakaan lalu lintas saat arus mudik Lebaran.

"Dengan jumlah penumpang 4.000 orang, kalau dibagi dengan kendaraan pribadi lebih kurang jadi sekitar 1.000 kendaraan. Artinya kita sudah menghilangkan kemungkinan kecelakaan untuk 1.000 kendaraan," kata Taufik saat pelepasan pemudik Program Mudik Gratis Bareng Pelindo 1, di Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, Senin.

Selain itu, potensi menekan kecelakaan lalu lintas dengan mudik bareng karena keselamatan kendaraan lebih bisa dikontrol. Sebabnya, kendaraan yang digunakan sudah lulus tes layak jalan, dan supirnya juga sudah lulus tes kesehatan serta bebas narkoba.

Karena itu, ia sangat mengapresiasi manajemen Pelindo 1 dan diharapkan ke depan program mudik bareng akan terus dilakukan secara terpadu dengan pemerintah daerah.

"Dan mungkin ada baiknya kalau ada mudik saat arus mudik dan pulang juga, agar pola mudik lebih tertata dan kita yang mengawasi jadi tahu jadwal pulang karena ada pola (pemudik) yang lebih baik," katanya.

Direktur SDM & Umum PT Pelindo 1, M. Hamied Wijaya, mengatakan Pelindo 1 total memberangkatkan 1.290 orang pemudik pada tahun ini di Provinsi Riau. Dari Kota Pekanbaru ada tujuh armada bus menuju Kota Medan dan Padang. Selain itu, Pelindo 1 juga menyediakan lima bus yang diberangkatkan dari Kantor Camat Kandis menuju Kota Medan, delapan bus diberangkatkan dari Kantor Camat Tualang, Perawang menuju Kota Medan dan Batam.

Sementara itu, secara keseluruhan, Pelindo 1 telah memberangkatkan sekitar 4.750 orang untuk merayakan Idul Fitri 1439 H di kampung halamannya dengan menyediakan 45 armada bus dan 12 kapal laut dengan 11 rute mudik.

"Ini adalah program tahun kedua dan kali ini jumlahnya meningkat dibandingkan tahun lalu yang ada sekitar 2.000 peserta. Ke depan kita akan terus evaluasi, sedangkan untuk layanan arus balik, agak sulit karena kita tidak bisa pastikan kapan mereka akan pulang, namun ke depan mungkin akan kita tawarkan juga," katanya.