
Dibutuhkan seribu triliun program MP3EI

Pekanbaru - Menteri Koordinator Perekonomian RI Hatta Rajasa mengakui untuk mendorong dan menyukseskan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dibutuhkan angaran seribu triliun rupiah.
"Untuk dapat mendukung program MP3EI, dibutuhkan persiapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp1.000 triliun dari siapan kas kementerian dan pos anggaran," kata Hatta Rajasa dalam jumpa pers di Pekanbaru usai membuka acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Riau, Sabtu.
Selain APBN, menurut Hatta Rajasa yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN ini, kalangan swasta juga telah turut menyiapkan dana proyek senilai 150 miliar dollar US untuk mendukung MP3EI.
Hatta Rajasa juga mengatakan pada tahun 2014 mendatang, dengan kesuksesan program MP3EI, Indonesia akan menjadi negara yang mandiri, salah satunya yakni dengan tidak lagi menjual minyak mentah ke pihak asing.
"Nantinya jika pada hilir program MP3EI telah optimal, maka minyak yang dihasilkan harus dikelola terlebih dahulu di negeri ini sebelum di ekspor," kata Hatta Rajasa.
Dia juga mengatakan, program MP3EI merupakan program yang mampu merubah Indonesia menjadi negara yang mandiri dan lebih sejahterah.
Dirinya juga memastikan pada dua tahun kedepan, klaster atau 'kantong' hunian industri sawit terbesar di Indonesia yang berada di Provinsi Riau juga akan segera dioperasionalkan.
"Nantinya, di sinilah pengelolaan atau pemprosesan minyak mentah tersebut dilakukan sebelum akhirnya diekspor ke berbagai negara," ujarnya.
Menurut Hatta Rajasa, sudah saatnya Riau sebagai salah satu provinsi yang memiliki hasil kekayaan bumi terbesar di tanah air mulai melakukan terobosan-terobosan gemilang demi kesejahteraan rakyat dan daerah.
Salah satunya, kata dia, yakni dengan membangun klaster industri sawit sebagai sebuah sistem yang akan mengatur segala pengelolaan atau proses perminyakan.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

