
Meski ada kabut asap, Bandara Pekanbaru tetap beroperasi normal

Pekanbaru, (ANTARA) - Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Kota Pekanbaru Provinsi Riau masih beroperasi secara normal meskipun daerah setempat diselimuti kabut asap dengan jarak pandang 2,5 kilometer.
General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad mengatakan jarak pandang pada Senin pagi (24/8) tercatat 2.200 hingga 2.700 meter, masih aman bagi aktivitas penerbangan.
"Alhamdulillah penerbangan sampai pagi ini masih berjalan dengan normal, jarak pandang masih aman," katanya di Pekanbaru, Senin.
Dia menjelaskan jarak pandang minimum untuk penerbangan yakni 800 meter hingga 1.000 meter. Itu pun tergantung pada jenis pesawat, kesiapan maskapai, serta kategori instrumen navigasi yang digunakan.
"Jarak pandang masih kita pantau karena sangat tergantung arah angin. Semoga Allah SWT memberikan kelancaran dan memberikan keselamatan buat kita semua," tuturnya.
Sementara itu di Provinsi Riau terdeteksi 491 titik panas tersebar di 11 kabupaten/kota. Kabupaten Pelalawan menjadi area paling krusial di Riau dengan temuan 239 titik panas, diikuti oleh Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 166 titik, dan Kabupaten Bengkalis 30 titik.
Selebihnya terdeteksi di Kabupaten Inderagiri Hulu (13), Rokan Hulu (12), Kampar (9), Rokan Hilir (8), Siak (7), Kuantan Singingi (4), serta Kota Dumai (3).
Akibat banyaknya titik panas ini jarak pandang di Pekanbaru pada Minggu malam (23/8) malam terpantau hanya 2,5 kilometer dengan kondisi berasap. Sedangkan kualitas udara pada dini hari dan pagi berdasarkan PM 2,5 dalam beberapa jam masuk kategori tidak sehat dan sangat tidak sehat.
Dalam beberapa hari terakhir menurut Manggala Agni kebakaran lahan di Riau sudah menghanguskan 800 hektare (ha) lebih. Terbanyak di Kabupaten Inderagiri Hulu seluas 471 ha dan Pelalawan 300 ha serta Kabupaten Kampar puluhan ha.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bandara Pekanbaru tetap beroperasi normal meski ada kabut asap
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

