
Manggala Agni Rengat masih berupaya padamkan karhutla di Pelalawan, Inhu dan Inhil

Pekanbaru, (ANTARA) - Tim Manggala Agni Daerah Operasi Sumatera VII Rengat, Provinsi Riau masih terus berupaya melakukan operasi pemadaman pada tiga lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Inderagiri Hilir dan Inderagiri Hulu.
Kepala Manggala Agni Daops Rengat Muhammad Sodik mengatakan lokasi pertama yang ditangani masih di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Luas lahan yang hangus ketika terakhir kali diukur sudah mencapai 702 hektare.
"Kondisi api sudah tersekat, progres pengerjaan dan pengendalian menunjukkan tren sangat positif dengan status tahap pendinginan. Target pengerjaan yaitu penyerangan terhadap bara api yang tersisa di bawah lapisan gambut dan akar pohon," katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Minggu.
Lokasi kedua di Desa Kertajaya Kecamatan Kempas Kabupaten Inhil dengan kondisi sudah mulai kondusif dan sebagian besar kepala api sudah tersekat. Estimasi lahan yang terbakar mencapai 17 ha pada lahan gambut.
Pihaknya terkendala sumber air yang mulai terbatas sehingga tim mengoptimalkan penggunaan embung guna memangkas jarak serangan menuju kepala api. Kondisi angin yang bertiup kencang di lokasi, serta jarak pandang yang cukup terbatas juga menjadi kendala.
Terakhir kebakaran terjadi di Kuantan Babu, Inhu dengan api masih aktif dan sudah masuk ke bagian hutan primer tegakan kayu. Karhutla di sini merupakan penjalaran api dari Sungai Guntung Hilir yang sudah hangus 400 ha lebih.
"Di sini terdapat dukungan tambahan personil 1 regu dan peralatan bantuan kendali operasi dari Manggala Agni Daops Sumatera V Dumai ke lokasi," ujarnya.
Tim lanjutnya masih berupaya melakukan penyekatan kepala api guna memutus penjalaran api. Tim terkendala akses masuk ke kepala api yang harus di tempuh sejauh 1,5 Kilometer berjalan kaki, sumber air terbatas dan angin kencang di lokasi.
"Dukungan alat berat dilakukan untuk membuka akses jalan dan pembuatan embung sebagai penyediaan sumber air," imbuhnya.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

