Logo Header Antaranews Riau

Palestina kecam upaya pembakaran Masjid oleh pemukim Israel di Tepi Barat

Rabu, 2 September 2026 15:49 WIB
Image Print
Warga memeriksa kerusakan setelah serangan Israel di daerah Haresh al-Saada, Jenin, Tepi Barat, Palestina, Jumat (28/8/2026). ANTARA/Anadolu Agency/Nedal Eshtayah/aa.

Ramallah (ANTARA) - Kepresidenan Palestina mengecam keras dugaan aksi pemukim Israel yang berupaya membakar sebuah masjid di Tepi Barat pada Selasa (1/9), seraya memperingatkan bahwa serangan terhadap situs suci dapat memicu eskalasi berbahaya dan konflik bernuansa keagamaan.

Sejumlah sumber lokal Palestina melaporkan, para pemukim diduga berupaya mendobrak pintu Masjid Nur al-Din Zanki. Setelah gagal memasuki bangunan, mereka disebut membakar sebuah ruangan yang berada di dekat masjid tersebut.

Para pelaku juga dilaporkan mencoretkan slogan-slogan rasis menggunakan cat semprot di sekitar lokasi.

Dalam pernyataan yang disiarkan Kantor Berita Palestina, Kepresidenan Palestina menilai serangan terhadap situs-situs suci telah berkembang menjadi kebijakan sistematis yang, menurut mereka, diadopsi dan dilindungi oleh pemerintah Israel.

“Serangan ini telah melampaui semua garis merah,” demikian sikap Kepresidenan Palestina, yang memperingatkan bahwa aksi terhadap tempat ibadah berpotensi memicu konflik keagamaan dengan dampak serius, bukan hanya bagi Palestina dan Israel, tetapi juga bagi kawasan dan dunia.

Kepresidenan Palestina juga menuduh Israel berupaya mengubah status quo historis dan hukum yang selama ini berlaku di situs-situs suci.

Mereka memperingatkan bahwa jika serangan semacam itu terus terjadi, situasi di Tepi Barat berisiko memasuki fase eskalasi yang lebih berbahaya.

Palestina kemudian mendesak komunitas internasional agar segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan serangan terhadap situs-situs suci serta mencegah tindakan serupa kembali terjadi.

Insiden tersebut menambah daftar serangan terhadap properti dan situs keagamaan di Tepi Barat yang dalam sejumlah kasus dituding melibatkan pemukim Israel. Ketegangan di wilayah itu terus menjadi perhatian internasional karena berpotensi memperburuk konflik yang telah berlangsung lama.

Menurut laporan PBB pada 2025, lebih dari 700.000 pemukim Israel tinggal di permukiman-permukiman di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Permukiman tersebut dinilai melanggar hukum internasional oleh PBB.




Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026