Logo Header Antaranews Riau

Pemkot Pekanbaru telusuri naiknya minyakita hingga Rp20.000 per liter

Rabu, 29 April 2026 10:02 WIB
Image Print
Ilustrasi persediaan MinyaKita di gudang Bulog Semarang. ANTARA/ I.C.Senjaya

Pekanbaru, (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menelusuri naiknya harga minyak goreng Minyakita di daerah setempat yang melonjak tajam, berkisar Rp19.000 hingga 20.000 per liter di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Pelaksana Harian Asisten II Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan penelusuran dan pengecekan dilakukan ke seluruh distributor ini. Diharapkan bisa terlacak ke mana saja penyaluran Minyakita ini dan mengapa harganya bisa jauh melampaui HET Minyakita Rp15.700.

''Segera kita tindaklanjuti untuk penelusuran terlebih dahulu dengan memastikan alokasi di tingkat distributor. Kita akan bekerja sama dengan kepolisian untuk memastikannya,'' katanya di Pekanbaru, Selasa.

Menurutnya selain harga naik, pasokan Minyakita ini pun terbatas di pasar sehingga sempat alami kelangkaan. Pihaknya juga telah mengumpulkan sejumlah distributor besar penjualan minyak goreng kemasan Minyakita dalam upaya mengkonfirmasi produksi, ketersediaan dan alur distribusi pasokan di Kota Pekanbaru.

Pada kesempatan itu Perwakilan Wilmar Nabati mengungkapkan bahwa pada bulan sebelumnya, mereka hanya mengalokasikan 35 persen dari produksi kepada perusahaan umum badan urusan logistik. Akan tetapi bulan ini Wilmar mengalokasikan 100 persen produksi Minyakita melalui perum Bulog.

Namun begitu diakui dia ada penurunan alokasi, dari sebelumnya sebanyak 35.000 dus, menjadi 20.000 dus (per dus berisi 12 pouch).

Sementara itu, perwakilan PT Inti Benua Perkasatama (Musimas Group)- produsen Minyakita di Dumai, Gultom mengungkapkan kalau sebelumnya, perusahaan memang memasok sebanyak 35 persen kepada Perum Bulog. Namun, pada tahun 2026, pasokan bertambah menjadi 65 persen.

Sementara sisanya dikelola melalui distributor, di antaranya PT Wahana (D1), dengan distributor 2 (D2) PT Kotamas Permai (KMP), Bulog dan Badan Usaha Milik Daerah Pangan Riau Bertuah (PRB). Untuk harga jual dari D1 ke D2, Rp15.700.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026