
Keruk 900 km parit, Pemkot Pekanbaru baru rekrut 10 pekerja tiap kecamatan

Pekanbaru, (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mengalokasikan anggaran Rp100 miliar lebih untuk melakukan normalisasi drainase melalui pengerukan parit sepanjang 900 kilometer guna mencegah banjir tahun 2026.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan nantinya di setiap kecamatan diberikan satu unit mobil pengangkut atau pikap. Selain itu, juga akan direkrut pegawai kebersihan sebanyak 10 orang setiap kecamatan juga.
"Nanti digaji Rp2,4 juta. Itu orang yang rajin satu hari minimal bisa 20 meter dibersihkan, kalau 10 orang bisa 200 meter satu hari satu kecamatan," katanya di Pekanbaru, Selasa.
Normalisasi, lanjutnya, dilakukan untuk mengembalikan fungsi drainase tersambung dengan baik. Kegiatan ini tidak hanya pembersihan sampah, juga dilakukan pengangkatan sedimen atau menambah kedalaman parit.
Hal ini dilakukan agar pasokan air yang melewati drainase dapat berjalan lancar. Sebab, pembenahan saluran drainase ini menjadi satu upaya mengatasi persoalan banjir di beberapa titik Kota Pekanbaru.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menambahkan bahwa pembenahan drainase menjadi salah satu fokus pekerjaan Pemerintah Kota Pekanbaru tahun 2026. Saat ini pemerintah kota tengah melakukan pendataan kembali wilayah yang rawan banjir.
Tim Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Dinas Permukiman, katanya, melakukan pemetaan drainase yang tidak berfungsi baik. Seluruh kegiatan perbaikan drainase akan berpedoman pada master plan pengendalian banjir yang telah disusun oleh pemkot.
"Tahapan pekerjaan akan dimulai dari pembenahan parit dan saluran drainase berukuran besar. Kemudian, pekerjaan dilanjutkan dengan perbaikan drainase skala kecil di lingkungan pemukiman," ujarnya.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

