
Secara kamulatif tercatat sudah 3.700 kasus HIV di Pekanbaru hingga triwulan I 2026

Pekanbaru, (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru, Provinsi Riau, mencatat jumlah 3.700 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) secara kumulatif hingga triwulan I tahun 2026, sehingga perlu upaya pencegahan, edukasi, dan pengobatan.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan pihaknya telah melakukan skrining HIV sebagai proses pemeriksaan medis untuk mendeteksi keberadaan virus HIV di dalam tubuh.
"Tes ini bertujuan untuk mengetahui status kesehatan lebih awal, sehingga penanganan atau pengobatan dapat segera dilakukan guna mencegah perkembangan penyakit menjadi AIDS. Kami terus melakukan pemeriksaan," kata Wali Kota Agung Nugroho di Pekanbaru, Jumat.
Ia menyebut Pemkot Pekanbaru juga melakukan upaya jemput bola terhadap seseorang yang berisiko terserang HIV. Pihaknya melalui Dinas Kesehatan terus memberikan edukasi kepada mereka yang rentan agar dapat mengantisipasi penularan.
"Selama ini orang yang terkena HIV, ada yang aktif mengambil obatnya (ke puskesmas), ada juga yang tidak. Ini kita beri edukasi, kita jemput bola," ujarnya.
Pelaksana Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru Dedi Sambudi mengatakan pihaknya bahkan rutin melakukan skrining hingga ke wilayah lokalisasi. Pasalnya jumlah kasus HIV di Pekanbaru sudah mencapai puncaknya.
"HIV ini kan bisa ditularkan secara langsung melalui hubungan seksual, pemakaian jarum suntik, transfusi darah. Kita akan cek, bina lagi masyarakat berisiko," ucapnya.
Untuk informasi, HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel CD4 (jenis sel darah putih yang penting untuk melawan infeksi). Sedangkan AIDS adalah tahap akhir dari infeksi penyakit HIV, dimana sistem kekebalan tubuh telah rusak parah sehingga tidak lagi mampu melawan infeksi atau penyakit tertentu.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

