
Harga sawit anjlok, Disbun Riau minta perusahaan tidak turunkan harga TBS secara sepihak

Pekanbaru (ANTARA) - Dinas Perkebunan Provinsi Riau meminta perusahaan tidak menurunkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari petani secara sepihak tanpa alasan yang jelas seperti yang terjadi dalam dua hari belakangan.
Pelaksana tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Vera Virgianti mengatakan, pihaknya telah merespons terkait turunnya harga TBS sawit di sejumlah daerah. Pihaknya sudah berkoordinasi secara langsung maupun mengirimkan surat kepada pihak terkait.
"Kepala Dinas sudah membuat surat ke kabupaten/kota untuk mengantisipasi penurunan harga TBS," katanya di Pekanbaru, Sabtu.
Disbun Riau bersurat kepada dinas yang membidangi perkebunan di kabupaten/kota, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), perusahaan perkebunan lintas kabupaten/kota, dan asosiasi petani sawit.
Isinya untuk bersama-sama mengawal dan meminta kepada pelaku usaha perkebunan untuk tidak menurunkan harga TBS secara sepihak tanpa alasan yang jelas.
Diminta untuk tetap menerima TBS dengan harga yang telah ditetapkan Disbun Riau pada periode 20–26 Mei 2026. Dalam tabel harga yang tertinggi pada kelompok umur 9 tahun yakni Rp3.857,14 per kilogram.
Namun demikian sejak Kamis (21/5) harga TBS sawit di sejumlah daerah di Riau terus mengalami penurunan. Mulai dari Rp2.800 per kg hingga Rp2.200 per kg bahkan hingga saat ini ada yang terjun bebas ke harga di bawah Rp2.000 per kg.
Seperti di Kubu, Kabupaten Rokan Hilir harga TBS pada Sabtu ini hanya dihargai Rp1.750 per kg. Lainnya di Toro Jaya Kabupaten Pelalawan senilai Rp1.800 per kg
Adanya penurunan harga TBS kelapa sawit ini tak hanya terjadi di Riau namun juga secara nasional. Muncul dugaan penurunan ini akibat turunnya harga minyak mentah sawit atau "crude palm oil" (CPO) dan kebijakan pemerintah seperti wacana BUMN sebagai eksportir tunggal yang berdampak pada pemotongan harga beli di pabrik
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

