Logo Header Antaranews Riau

Harga TBS kelapa sawit petani swadaya Riau naik tipis, plasma turun

Rabu, 6 Mei 2026 11:23 WIB
Image Print
Ilustrasi TBS Kelapa sawit di Sumatera Barat. ANTARA/Iggoy el Fitra

Pekanbaru (ANTARA) - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya di Provinsi Riau naik Rp26,17 per kilogram atau 0,68 persen dari periode sebelumnya sehingga menjadi Rp3.880,38 per kg.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Supriadi mengatakan kenaikan itu terjadi pada kelompok umur 9 tahun yang merupakan harga tertinggi. Penetapan ini berlaku untuk satu pekan ke depan yakni periode 6–12 Mei 2026.

"Kenaikan harga TBS kali ini terutama dipengaruhi oleh naiknya harga kernel, meskipun harga minyak sawit mentah atau CPO (Crude Palm Oil) justru mengalami penurunan," katanya di Pekanbaru, Riau, Rabu

Dia mengatakan harga CPO turun sebesar Rp17,67/kg menjadi Rp15.339,50/kg dibanding pekan lalu. Sedangkan kernel justru mengalami kenaikan sebesar Rp604,03/kg menjadi Rp15.652,00/kg pada pekan ini.

Berbeda halnya dengan petani swadaya, harga pembelian TBS petani mitra plasma periode satu pekan ke depan justru turun sebesar Rp31,30/kg atau mencapai 0,80 persen dari harga periode lalu dan kini menjadi Rp3.874,93/kg.

Harga penjualan CPO pekan ini, lanjutnya, turun sebesar Rp72,70 menjadi Rp15.339,50 per kg. Sedangkan, kernel untuk TBS petani plasma juga turun sebesar Rp350,37 menjadi Rp15.652 per kg.

Diketahui penurunan harga TBS untuk swadaya dan plasma telah terjadi dalam dua pekan berturut-turut. Hanya TBS Petani swadaya yang mengalami kenaikan pekan ini dan plasma telah turun tiga kali berturut-turut.

Supriadi mengatakan dalam penetapan harga TBS Provinsi Riau pihaknya selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak.

"Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," sebutnya.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026