
Lonjakan Harga Picu Gelombang Pencurian Bahan Bakar di Jerman

Moskow (ANTARA) - Aparat penegak hukum Jerman mencatat peningkatan kasus pencurian bahan bakar di beberapa wilayah seiring lonjakan harga yang dipicu oleh eskalasi di Timur Tengah, lapor media Jerman pada Rabu (8/4).
Klub otomotif ADAC melaporkan bahwa pada Senin, harga solar di Jerman kembali mencapai rekor tertinggi, dengan rata-rata 2,44 euro (sekitar Rp48 ribu) per liter secara nasional. Sementara itu, bensin Super E10 juga naik, mencapai level tertinggi tahun ini sebesar 2,19 euro (Rp43 ribu) per liter.
Baca juga: AS Buka Jalan: Tanker Rusia Lolos Blokade, Minyak Mengalir ke Kuba
Menurut laporan Kantor Berita DPA, peningkatan tajam pencurian bahan bakar telah tercatat khususnya di negara bagian timur Saxony-Anhalt.
Sementara itu, Kantor Polisi Kriminal Saxony-Anhalt melaporkan sebanyak 95 kasus kriminal terkait pencurian bahan bakar terjadi pada Maret, naik dibandingkan hanya 30 kasus pada Februari.
Kerugian akibat kejahatan tersebut mencapai sekitar 189.000 euro pada Maret (Rp3,75 miliar), dibandingkan 65.000 euro (Rp1,29 miliar) pada Februari, menurut pihak kepolisian.
Surat kabar Bild melaporkan bahwa selama libur Paskah saja, para pencuri di negara bagian Baden-Wuerttemberg mencuri sekitar 6.000 liter solar dari dua lokasi konstruksi, yakni 4.000 liter di Pforzheim dan 2.000 liter di Calw.
Baca juga: AS tegaskan tidak akan batasi ekspor minyak saat konflik Iran memanas
Sejak Maret, polisi Pforzheim telah mencatat 29 kasus pengurasan bahan bakar dari lokasi konstruksi dan 20 kasus di stasiun pengisian bahan bakar.
Bild juga melaporkan bahwa harga bahan bakar di Jerman terus meningkat meskipun pemerintah telah mengambil langkah-langkah tertentu.
Aturan baru yang memungkinkan pom bensin mengubah harga hanya sekali per hari dinilai belum mampu mengurangi beban finansial bagi para pengemudi.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

