
Harga tiket pesawat naik, Riau pada April 2026 inflasi 0,13 persen

Pekanbaru (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Provinsi Riau melaporkan inflasi bulanan (month to month) daerah setempat pada April 2026 sebesar 0,13 persen dan berada di posisi 25 dari 38 provinsi secara nasional.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi dalam rilis resminya di Pekanbaru, Senin, mengatakan kelompok pengeluaran yang berkontribusi untuk inflasi April 2026 yakni transportasi. Dalam hal ini transportasi udara yang mengalami kenaikan bahan bakar minyak Avtur.
"Kelompok transportasi salah satunya karena kebaikan Avtur 1,14 persen. Diikuti kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran 0,58 persen serta kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang naik 0,14 persen," katanya.
Namun begitu, lanjutnya, dalam bulan April itu ada juga yang mengalami deflasi yakni kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta kelompok bahan makanan minuman dan tembakau.
Lebih lanjut dikatakannya komoditas utama yang memicu inflasi yakni bawang merah, angkutan udara, minyak goreng karena ada kelangkaan, ikan nila, bahan bakar minyak dan jengkol.
Sedangkan komoditas yang mengalami deflasi yakni cabai merah, daging ayam ras, ayam hidup, emas perhiasan yang dalam dua hingga tiga bulan ini mulai menurun.
Sementara itu untuk inflasi tahunan Provinsi Riau BPS mencatat sebesar 2,42 persen dan berada di peringkat 22 dari 38 provinsi. Angka ini masih di bawah target nasional 2,5 plus 1 sehingga masih ideal karena berada pada rentang 1,5 sampai 2,5.
"Kelompok penyebab inflasi yakni perawatan pribadi dan jasa lainnya 12,57 persen, penyediaan makanan dan minuman restoran, serta bahan makanan minuman dan tembakau," ungkapnya.
Komoditas utama penyebab Inflasi tahunan yakni harga emas perhiasan, daging ayam ras, ayam hidup, tarif perguruan tinggi, angkutan udara dan ikan tongkol. Sedangkan yang mengalami deflasi di antaranya cabai merah, kentang dan sabun.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

