Logo Header Antaranews Riau

Warga Pekanbaru kesulitan BBM, antrean panjang hingga harga eceran naik

Sabtu, 2 Mei 2026 19:37 WIB
Image Print
Masyarakat mengantre untuk membeli BBM jenis Pertalite dan Pertamax 92 (ANTARA/Annisa Firdausi)

Pekanbaru (ANTARA) - Warga di Kota Pekanbaru mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax 92 dalam beberapa hari terakhir.

Hal ini ditandai dengan antrean panjang di sejumlah SPBU hingga memicu kenaikan harga di tingkat eceran.

Seorang warga Pekanbaru, Santi, saat ditemui, Rabu, mengatakan kondisi tersebut cukup menyulitkan karena harus mengantre lama untuk mendapatkan BBM.

"Beberapa hari ini memang sulit mencari Pertalite ataupun Pertamax di SPBU. Kalaupun ada, harus antre lama,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat sebagian warga terpaksa membeli BBM eceran dengan harga lebih tinggi.

"Kadang terpaksa beli eceran di pinggir jalan, harganya sudah naik jadi Rp14 ribu per liter, biasanya Rp12 ribu,” katanya.

Di sejumlah SPBU, antrean kendaraan tampak mengular hingga ke badan jalan, bahkan memicu kepadatan arus lalu lintas.

Petugas kepolisian terlihat turun langsung mengatur lalu lintas agar antrean tidak semakin memperparah kemacetan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Riau, AKBP Teddy, mengatakan pihaknya telah melakukan pengawasan di lapangan untuk mencegah adanya penyelewengan distribusi BBM. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan.

"Kita sudah turun dan memberikan peringatan penyelewengan penimbun di semua SPBU. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk tidak panic buying,” katanya.

Kelangkaan BBM di tingkat SPBU ini berdampak langsung pada masyarakat, baik dari sisi waktu akibat antrean panjang maupun peningkatan pengeluaran karena harga BBM eceran yang lebih tinggi.

Di lain sisi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menilai peningkatan konsumsi BBM ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang periode libur panjang pada 1–3 Mei 2026. Kondisi tersebut menyebabkan kepadatan di beberapa SPBU, terutama pada jam-jam tertentu.

Sebagai langkah antisipatif, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah meningkatkan penyaluran BBM jenis Solar dan Pertalite hingga 20% dari rata-rata normal untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi selama periode tersebut.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026