Logo Header Antaranews Riau

Iran Umumkan Regulasi Maritim Baru, Selat Hormuz Kian Memanas

Sabtu, 2 Mei 2026 16:40 WIB
Image Print
Arsip foto - Kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz setelah gencatan senjata sementara selama dua minggu yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran dengan syarat selat tersebut dibuka kembali, terlihat di Oman pada 8 April 2026. (ANTARA/Shady Alassar/Anadolu/pri.)

Istanbul (ANTARA) - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan "aturan baru" atas garis pantai negara itu di Teluk dan Selat Hormuz, dengan mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan atas arahan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.

Angkatan Laut IRGC mengatakan akan mengendalikan “hampir 2.000 kilometer (1.243 mil) garis pantai Iran” di daerah-daerah ini, menurut Press TV yang dikelola pemerintah pada Jumat malam (1/5).

Baca juga: Oman Gencarkan Diplomasi Demi Kebebasan Pelayaran di Selat Hormuz

Pengendalian itu akan menjadikan “perairan ini sebagai sumber penghidupan dan kekuatan bagi rakyat Iran yang mulia, dan sumber keamanan dan kemakmuran bagi kawasan tersebut,” menurut Press TV.

Tidak ada detail lebih lanjut yang diungkapkan.

Ketegangan meningkat terkait Selat Hormuz, karena Teheran membatasi lalu lintas di jalur air strategis tersebut sebagai tindakan balasan terhadap serangan AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari.

Baca juga: Pakar Iran: Selat Hormuz Tak Akan Pernah Sama Lagi Pasca Konflik

Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti oleh pembicaraan di Islamabad pada 11-12 April, tetapi tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Presiden AS Donald Trump kemudian secara sepihak memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan jangka waktu baru, atas permintaan Pakistan.

Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan tersebut.

Sumber: Anadolu



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026