Logo Header Antaranews Riau

Selat Hormuz Disebut 'Bom Atom' Iran, Dunia Diminta Waspada

Sabtu, 2 Mei 2026 12:22 WIB
Image Print
Arsip foto - Kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz setelah gencatan senjata sementara selama dua minggu yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran dengan syarat selat tersebut dibuka kembali, terlihat di Oman pada 8 April 2026. (ANTARA/Shady Alassar/Anadolu/pri.)

Teheran (ANTARA) - Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Nikzad, pada Jumat menyebut Selat Hormuz sebagai "bom atomnya" Iran.

"Selat Hormuz bukanlah jalur maritim internasional; itu adalah hak alami Iran, 'bom atomnya,' dan kami teguh pada wilayah kami yang sah," kata Nikzad sebagaimana dikutip oleh kantor berita Iran, Tasnim.

Baca juga: Survei: 61% Warga AS Nilai Perang Melawan Iran Sebagai Kesalahan Besar

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.

Perundingan di Islamabad berakhir tanpa membuahkan hasil, dan Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata untuk memberi Iran waktu untuk mengajukan "proposal terpadu."

Baca juga: AS Lirik Rudal Hipersonik, Sinyal Serangan ke Iran Makin Kuat

Eskalasi tersebut hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga mendorong kenaikan harga bahan bakar.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026