Logo Header Antaranews Riau

Pemerintah gandeng BRI perluas pembiayaan UMKM kreatif

Sabtu, 23 Mei 2026 21:32 WIB
Image Print
Kegiatan “Akad Massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Bali 2026” yang digelar di Auditorium Widya Sabha, Universitas Udayana, Jimbaran, Bali, Rabu (13/5), turut melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia. (HO - BRI)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada ribuan pelaku UMKM ekonomi kreatif di Bali sebagai upaya memperluas akses pembiayaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global saat ini.

“Melalui BRI dan bank-bank lainnya, pemerintah terus berusaha memberikan akses permodalan dan keuangan kepada para UMKM kita,” kata Muhaimin di Auditorium Widya Sabha Universitas Udayana, Jimbaran, Bali, Rabu (13/5).

Muhaimin menyebutkan kolaborasi antara kementerian, lembaga keuangan, pemerintah daerah hingga perguruan tinggi perlu terus diperkuat agar pelayanan terhadap UMKM semakin optimal.

Menurut dia, Bali menjadi salah satu daerah yang berhasil membangun ekosistem pemberdayaan UMKM yang dapat direplikasi di daerah lain.

Ia juga mendorong pelaku UMKM menjaga kualitas produk dan jasa kreatif agar mampu bersaing di pasar, termasuk melalui dukungan riset dari perguruan tinggi.

“UMKM tidak sekadar difasilitasi, tetapi juga harus tumbuh dengan kemampuan riset. Kampus diharapkan membuka akses riset yang bisa dimanfaatkan UMKM untuk menelusuri langkah sukses,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan pemerintah tengah menyiapkan sistem pelayanan terpadu berbasis digital “Sapa UMKM” yang dirancang sebagai layanan satu pintu bagi pelaku usaha.

“Dalam sistem ini, seluruh UMKM di Indonesia nantinya bisa mendapatkan pelayanan pembiayaan, pemasaran, pelatihan hingga pendampingan usaha dalam satu platform,” kata Maman.

Menurut dia, platform tersebut saat ini telah memasuki tahap uji coba ketiga dan diharapkan mampu mempercepat transformasi layanan serta memperluas akses pemberdayaan UMKM secara nasional.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai program akad massal KUR menjadi bukti kolaborasi berbagai pihak dalam memperluas akses pendanaan bagi pelaku UMKM ekonomi kreatif.

Ia menyebutkan sebanyak 13 subsektor ekonomi kreatif telah masuk dalam skema pembiayaan KUR dari total 21 subsektor ekonomi kreatif nasional. Pemerintah juga terus mendorong penguatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) guna meningkatkan daya saing pelaku usaha kreatif.

Dalam kegiatan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk turut terlibat sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia. Hingga April 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp65,95 triliun kepada sekitar 1,3 juta debitur di Indonesia, dengan mayoritas penyaluran diarahkan ke sektor produksi seperti pertanian, perikanan, dan industri pengolahan.

Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan BRI akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM.

“BRI terus berkomitmen memperluas akses pembiayaan produktif bagi UMKM agar mampu tumbuh lebih kuat dan naik kelas. Melalui dukungan pada program Akad Massal KUR ini, kami berharap para pelaku usaha, khususnya di sektor ekonomi kreatif, dapat meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas pasar, dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Akhmad.

Ia menambahkan KUR menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.

“KUR merupakan instrumen pembiayaan BRI untuk mendukung sektor usaha mikro dan sektor produktif. BRI senantiasa memperluas akses permodalan yang tidak hanya berdampak pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas usaha serta perputaran ekonomi di berbagai wilayah,” tambahnya.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026