Logo Header Antaranews Riau

BRI resmikan Kick-Off Desa BRILiaN 2026 dorong transformasi Desa 5.0

Senin, 25 Mei 2026 07:24 WIB
Image Print
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank Rakyat Indonesia bersama Universitas Jenderal Soedirman resmi memulai Program Desa BRILiaN 2026 melalui kegiatan Kick-Off Desa BRILiaN 2026 Batch 1 yang digelar secara daring dan diikuti peserta dari seluruh Indonesia, Kamis. (HO-BRI)

Pekanbaru (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank Rakyat Indonesia bersama Universitas Jenderal Soedirman resmi memulai Program Desa BRILiaN 2026 melalui kegiatan Kick-Off Desa BRILiaN 2026 Batch 1 yang digelar secara daring dan diikuti peserta dari seluruh Indonesia.

Program tersebut mengusung tema “Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Human-Centered Leadership dalam Membangun Future Village Ecosystem yang Berdaya serta Berkelanjutan” sebagai upaya mendorong transformasi desa melalui penguatan inovasi, teknologi, dan kapasitas masyarakat desa.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI Yandri Susanto, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDT Tabrani, serta Ketua LPPM Unsoed Elly Tugianti, berdasarkan keterangan tertulis diterima Antara, Senin.

Dalam sambutannya, Mendes PDT Yandri Susanto mengatakan konsep “Bangun Desa, Bangun Indonesia” merupakan upaya memperkuat pilar ekonomi kerakyatan, di mana desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, melainkan subjek sekaligus penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut dia, hal tersebut selaras dengan Program Desa BRILiaN yang tidak sekadar menjadi program pelatihan, tetapi juga gerakan transformasi desa menuju ekosistem yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dengan tetap berakar pada kekuatan sosial dan budaya lokal.

Sementara itu, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan Program Desa BRILiaN 2026 merupakan inisiatif pemberdayaan desa berbasis social entrepreneurship dan inkubasi yang akan dilaksanakan dalam dua batch sepanjang Mei hingga November 2026.

Program tersebut, kata dia, dirancang untuk memperkuat kapasitas desa agar mampu berkembang lebih adaptif dan berdaya saing di tengah transformasi digital.

“Melalui Program Desa BRILiaN, BRI ingin mendorong desa agar semakin inovatif dan berdaya saing. Kami percaya transformasi desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia, tata kelola, dan kemampuan desa dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan,” ujar Akhmad.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas dan pendampingan yang terstruktur diharapkan mampu menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Rangkaian Program Desa BRILiaN 2026 mencakup tiga tahapan utama, yakni empowerment berupa pelatihan daring selama dua bulan, assistance melalui pendampingan intensif bagi desa terbaik, serta graduation berupa apresiasi dan penghargaan bagi desa unggulan.

Adapun materi yang diberikan meliputi aspek legal kerja sama, tata kelola dana desa, pengelolaan keuangan BUMDes dan koperasi desa, hingga pengembangan sektor tematik seperti pariwisata, pertanian, dan industri pengolahan.

Melalui program tersebut, desa peserta diharapkan mampu menghasilkan berbagai capaian konkret, seperti penyusunan strategi pengelolaan dana desa, laporan keuangan digital, pengembangan desa wisata, hingga inovasi produk berbasis potensi lokal.

BRI juga membuka kesempatan bagi desa-desa di berbagai wilayah untuk mengikuti Program Desa BRILiaN 2026 melalui pendaftaran di unit kerja BRI terdekat.

Hingga akhir Maret 2026, Program Desa BRILiaN telah diikuti oleh 5.245 desa di seluruh Indonesia dengan sektor unggulan yang dikembangkan meliputi pariwisata, jasa, industri pengolahan, perdagangan, serta sektor pertanian dan peternakan.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026