Logo Header Antaranews Riau

BRI dorong UMKM Papua Japamo tembus pasar internasional

Minggu, 10 Mei 2026 20:34 WIB
Image Print
Japamo, UMKM asal Jayapura binaan BRI yang berhasil mengolah sagu Papua menjadi produk pangan modern yang menarik dan berdaya saing internasional. (HO - BRI)

Jayapura (ANTARA) -
Upaya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) naik kelas tercermin dari keberhasilan Japamo, UMKM asal Jayapura, Papua, yang mengolah sagu menjadi produk pangan modern hingga menembus pasar internasional.

Pendiri Japamo Rini Eko Setiani dalam pernyataannya, Minggu, mengatakan usaha yang dirintis sejak 2016 itu berawal dari keresahan atas terbatasnya pilihan oleh-oleh khas Papua yang praktis dan berkualitas.

“Dari sana, kami melihat bahwa sagu punya potensi besar untuk diolah lebih modern. Supaya tidak hanya dipandang sebagai makanan tradisional, kami mencoba menghadirkannya dalam bentuk yang lebih cocok dengan selera pasar saat ini, seperti cookies dan aneka camilan kekinian,” kata Rini.

Ia menjelaskan inovasi yang dilakukan tidak hanya pada pengolahan sagu, tetapi juga dari sisi pengemasan, daya simpan produk hingga pengembangan sebagai camilan sehat agar dapat diterima pasar yang lebih luas.

Dari produksi awal dalam skala kecil, Japamo kini mampu mengolah ratusan kilogram tepung sagu per bulan. Jangkauan pemasarannya pun berkembang melalui berbagai kanal distribusi, mulai dari ritel modern, marketplace hingga jaringan distributor dan reseller di berbagai daerah.

Rini menyebut perkembangan usaha tersebut tidak terlepas dari program pembinaan yang diikuti sejak 2019 melalui Rumah BUMN BRI Jayapura dan ajang BRI UMKM EXPO(RT).

“Program pelatihan dari Rumah BUMN dan BRI UMKM EXPO(RT) membantu kami memahami bagaimana meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, hingga memanfaatkan digital marketing,” ujarnya.

Melalui pendampingan tersebut, Japamo kini telah memiliki legalitas lengkap seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, sertifikasi halal, serta Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang mendukung perluasan akses pasar dan peluang ekspor.

Upaya penetrasi pasar global semakin diperkuat melalui partisipasi Japamo dalam ajang Food and Hospitality Asia 2026 yang berlangsung di Singapura pada 21-24 April 2026 sebagai bagian dari inisiatif BRI memperluas akses UMKM binaan ke ekosistem perdagangan internasional.

“FHA 2026 membuka wawasan kami tentang pasar global sekaligus meningkatkan kepercayaan diri bahwa produk lokal seperti sagu Papua memiliki peluang untuk bersaing di tingkat internasional. Sejumlah pengunjung dari Jepang dan Korea menunjukkan ketertarikan terhadap produk berbasis sagu sebagai alternatif gluten free,” ujar Rini.

Sementara itu, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. menegaskan keberhasilan UMKM binaan menembus pasar internasional menjadi indikator daya saing produk lokal Indonesia.

“Pencapaian UMKM binaan BRI di pasar global merupakan validasi bahwa produk Indonesia mampu memenuhi standar kualitas internasional. Fokus kami adalah membangun kepercayaan pasar global sekaligus memastikan UMKM Tanah Air dapat terintegrasi dalam rantai pasok dunia secara berkelanjutan,” kata Dippo.

BRI menyatakan akan terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan UMKM agar tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mampu membawa komoditas pangan lokal Indonesia ke mancanegara.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026