Logo Header Antaranews Riau

Tragedi di Lebanon: 2.702 Orang Tewas Akibat Serangan Israel

Rabu, 6 Mei 2026 12:18 WIB
Image Print
Asap mengepul dari kota Kafr Jouz di provinsi Nabatieh saat pasukan Israel menargetkan daerah tersebut, melanggar gencatan senjata di Lebanon selatan pada 2 Mei 2026. (ANTARA/Ramiz Dallah - Anadolu Agency/pri.)

Jakarta (ANTARA) - Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon telah mencapai 2.702 orang, dengan 8.311 lainnya terluka sejak 2 Maret, kata Kementerian Kesehatan Lebanon.

"Data akhir akibat agresi Israel dari 2 Maret hingga 5 Mei: 2.702 tewas dan 8.311 terluka," kata Kemenkes Lebanon melalui pernyataan, Selasa (5/5).

Baca juga: Lebanon Tegas: Tak Ada Kesepakatan Tanpa Penarikan Penuh Pasukan Israel

Menurut laporan terbaru kementerian, enam orang tewas pada Selasa. Pesawat Israel dilaporkan menyerang sejumlah kota di Lebanon selatan, termasuk pinggiran Tyre.

Pada saat yang sama, kelompok Hizbullah Lebanon mengaku telah meluncurkan 12 operasi tempur melawan pasukan Zionis Israel.

Pada 16 April, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Pemimpin Otoritas Israel Benjamin Netanyahu sepakat untuk memulai gencatan senjata selama 10 hari, yang kemudian diperpanjang hingga tiga pekan.

Baca juga: Guterres Ingatkan: Pembicaraan Israel--Lebanon Jangan Sekadar Formalitas

Meski ada gencatan senjata, Zionis Israel terus melancarkan serangan udara dan artileri hampir setiap hari ke Lebanon selatan, yang kemudian dibalas oleh Hizbullah di daerah perbatasan.

Sumber: SPutnik/RIA Novosti-OANA



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026