Logo Header Antaranews Riau

Harga TBS kelapa sawit petani swadaya di Riau naik tipis jadi Rp3.857,14 per kg, plasma turun

Rabu, 20 Mei 2026 12:41 WIB
Image Print
Ilustrasi TBS Kelapa sawit di Sumatera Barat. ANTARA/Iggoy el Fitra

Pekanbaru, (ANTARA) - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya di Provinsi Riau naik tipis Rp24,49 per kilogram atau 0,64 persen dari periode sebelumnya sehingga menjadi Rp3.857,14 per kg.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Vera Virgianti mengatakan kenaikan itu terjadi pada kelompok umur 9 tahun yang merupakan harga tertinggi. Penetapan ini berlaku untuk satu pekan ke depan yakni periode 20–26 Mei 2026.

"Kenaikan harga pekan ini lebih disebabkan oleh naiknya harga kernel, meski harga CPO (crude palm oil) mengalami penurunan," katanya di Pekanbaru, Riau, Rabu.

Dia mengatakan harga CPO turun sebesar Rp29,63/kg menjadi Rp15.191,67/kg dibanding pekan lalu. Sedangkan kernel masih mengalami kenaikan sebesar Rp4/kg menjadi Rp14.828,00/kg pada pekan ini.

Berbeda halnya dengan petani swadaya, harga pembelian TBS petani mitra plasma periode satu pekan ke depan justru turun sebesar Rp 33,56/kg atau mencapai 0,86 persen dari harga periode lalu dan kini menjadi Rp 3.866,90/kg.

Harga penjualan CPO pekan ini, lanjutnya, turun sebesar Rp343,18/kg menjadi Rp15.191,67 per kg. Sedangkan, kernel untuk TBS petani plasma juga turun sebesar Rp 308,72 menjadi Rp14.828,00 per kg.

Dia mengatakan dalam penetapan harga TBS Provinsi Riau pihaknya selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak.

"Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," sebutnya.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026