Logo Header Antaranews Riau

Pemkot Pekanbaru alokasikan Rp108 miliar bagi kesehatan warga kategori PBPU JKN KIS

Selasa, 3 Februari 2026 19:12 WIB
Image Print
Penghargaan UHC awards kepada Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar dalam kegiatan di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026). ANTARA/HO-Pemko Pekanbaru

Pekanbaru, (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mengalokasikan anggaran Rp108 miliar lebih untuk warga kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat JKN-KIS tahun 2026.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan jumlah warga yang menjadi peserta PBPU di Kota Pekanbaru mencapai 305.442 orang. Mereka adalah warga yang biaya kesehatannya dalam tanggungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Pekanbaru.

"Anggaran kesehatan dan jumlah peserta PBPU di Kota Pekanbaru terus mengalami peningkatan setiap tahunnya," kata Markarius Anwar di Pekanbaru, Selasa.

Dia mengatakan anggaran bagi PBPU di Kota Pekanbaru pada tahun 2024 masih berkisar Rp 67,8 miliar. Peserta PBPU di Kota Pekanbaru kala itu mencapai 173.612 jiwa.

Kemudian anggaran bagi PBPU di Kota Pekanbaru pada tahun 2025 lalu meningkat jadi Rp 79,5 miliar. Jumlah peserta PBPU di Kota Pekanbaru pada tahun 2025 silam mencapai 304.717 jiwa.

"Ada peningkatan jumlah penerima sebanyak 131.830 jiwa dibandingkan dua tahun lalu. InsyaAllah kami bakal tingkatkan terus pelayanan kesehatan bagi masyarakat," katanya.

Dengan anggaran tersebut Kota Pekanbaru sudah mencapai "Universal Health Coverage" (UHC). Capaian program UHC di Kota Pekanbaru yakni 100,071 persen dan telah memperoleh penghargaan dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar.

Penghargaan ini diberikan kepada Kota Pekanbaru sebagai Pemerintah Daerah dengan Kategori Madya dalam Pencapaian UHC.
"Penghargaan ini diberikan atas capaian program UHC di Kota Pekanbaru yang sudah melebihi seratus persen," kata Markarius.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026