
KPU Diminta Tetap Netral di Pilkada Riau

Pekanbaru, (antarariau.com) - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik meminta agar komisioner di KPU Provinsi Riau bersikap netral dan hati-hati dalam menjalankan tugas pada Pilkada Riau.
"KPU harus hati-hati tidak boleh memihak, adil, jangan curangi pasangan tertentu untuk mempermudah pasangan calon yang lain," kata Husni Kamil pada Rapat Pleno Pilkada Riau di Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, di Pekanbaru, Senin.
Husni Kamil bahkan mewanti-wanti KPU Riau dengan candaan karena ia melihat warna baju komisioner juga berwarna oranye, seperti warna salah satu pasangan calon, yakni mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edi dan Suryadi Khusaini.
"Penyelenggara KPU jangan berpihak, walau ada saya lihat warna bajunya sama dengan salah satu calon," kata Husni yang disambut gelak tawa hadirin.
Ia menginginkan jangan sampai ada anggota KPU Riau yang sampai berurusan dengan hukum akibat sengketa Pilkada. Salah satu kasusnya adalah ketika Ketua KPU Kota Pekanbaru, Tengku Rafizal, ditetapkan sebagai tersangka akibat kisruh Pilkada Pekanbaru.
Polda Riau menetapkan status tersangka kepada Rafizal terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen pengguguran calon wali kota terpilih Firdaus MT. Ketua KPU ketika itu menggugurkan pencalonan Firdaus meski yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Kota Pekanbaru yang berlangsung pada 21 Desember 2011.
Kasus Firdaus kemudian dihentikan penyidikannya oleh polisi, sedangkan kasus Tengku Rafizal terus diproses.
"Perumpamaannya, jangan ketika rumahnya (Pilkada) selesai, tukangnya (KPU) dibunuh. Jadi Pilkada Riau ini kalau tidak hati-hati, KPU sebagai penyelenggara bisa kena hukum," ujarnya.
KPU Riau menyatakan Pilkada Riau akan diikuti oleh lima pasangan yang lolos verifikasi. Antara lain Herman Abdullah-Agus Widayat yang diusung sejumlah partai parlemen dan non-parlemen, kemudian Annas Maamun-Arsyadjuliandi Rahman yang diusung Partai Golkar.
Kemudian pasangan Achmad-Masrul yang diusung Partai Demokrat dan Partai Bintang Reformasi, Jon Erizal-Mambang Mit diusung Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejatera, serta Lukman Edi-Suryadi Khusaini diusung Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Lima pasangan politik tersebut secara berurutan antara lain: Herman Abdullah-Agus Widayat nomor urut 1, Anas Maamun-Arsyadjuliandi Rahman (2), Lukman Edi-Suryadi Khusaini (3), Achmad-Masrul Kasmy (4), dan Jon Erizal-Mambang Mit (5).
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

