Logo Header Antaranews Riau

Mantan Satpam Chevron Minta Dipekerjakan Kembali

Selasa, 26 Juli 2011 14:24 WIB
Image Print

Dumai, 26/7 (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Dumai, Riau, meminta PT Bradjamusti Citra Nusantara dan PT Chevron dapat memberikan solusi terbaik atas kasus pemberhentian kerja sepihak 39 orang anggota satuan pengamanan (satpam).

"Solusinya yakni dengan mempekerjakan mereka kembali. Tidak akan rugi jika kembali mempekerjakan mereka, karena pengamanan aset pasti akan lebih optimal," kata Wakil Ketua DPRD Dumai, Zainal Abidin di Dumai, Selasa.

Sebelumnya puluhan mantan karyawan PT Bradjamusti Citra Nusantara (BCN) sekaligus mantan petugas satuan pengamanan PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) telah menggelar rapat atau pertemuan dengan pihak BCN dan Chevron serta Dinas Tenaga Kerja dengan dimediasi oleh pihak DPRD setempat.

Pada pertemuan yang digelar, Senin (15/7) itu sempat terjadi kekisruhan, di mana puluhan warga mantan satpam berseru siap mati melawan penzaliman tenaga kerja dengan menghempaskan lengan keatas meja.

"Kami siap mati melawan penzaliman. BCN (Bradjamusti Citra Nusantara) dan Chevron harus bertanggungjawab atas pemberhentian sepihak terhadap kami semua," ucap sekitar 39 mantan satpam Chevron itu serentak.

Puluhan mantan satpam Chevron itu mengaku kesal dengan pemutusan hubungan kerja secara sepihak yang dilakukan PT BCN yang sebelumnya menyalurkan mereka bekerja di PT Chevron Dumai.

"Kami kecewa dan siap mati apabila tidak kembali dipekerjakan," kata H Denil Effendi, seorang koordinator atas puluhan satpam tersebut.

Denil dalam rapat terbuka bersama sejumlah pimpinan PT BCN dan PT Chevron beserta jajaran pimpinan DPRD Dumai terpantau melontarkan kata-kata makian dan membentak seorang pimpinan PT BCN, I Ketutut yang juga hadir kala itu.

"Kami adalah putra daerah di tanah melayu ini, apa salahnya kami menuntut sedikit hak kami yakni bekerja di perusahaan yang telah menyedot isi bumi kami," kata Denil.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026