Logo Header Antaranews Riau

Harga daging ayam ras naik, Riau inflasi 0,31 persen pada Agustus 2026

Selasa, 1 September 2026 17:36 WIB
Image Print
Ilustrasi Calon pembeli memilih daging ayam yang dijual di Pasar Klandasan, Balikpapan, Kalimantan Timur yang harganya naik sehingga memicu inflasi.ANTARA FOTO/Angga Palguna

Pekanbaru (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Provinsi Riau mencatat inflasi bulanan (month to month) daerah setempat pada Agustus 2026 sebesar 0,31 persen dan secara nasional berada pada posisi ke-9 dari 38 provinsi.

Kepala BPS Riau Asep Riyadi dalam keterangan resminya di Pekanbaru, Selasa, mengatakan inflasi tersebut sedikit lebih tinggi dari tingkat nasional yang mencapai 0,21 persen. Sedangkan di Sumatera inflasi tertinggi terjadi di Bangka Belitung 0,81 persen dan terendah Kepulauan Riau yang mengalami deflasi 0,17 persen.

'Inflasi bulanan Riau Agustus 2026 sebesar 0,31 persen, secara tahunan (year on year) 3,27 persen, dan tahun kalender 1,19 persen," katanya.

Dia menjelaskan inflasi bulanan Riau 0,31 persen disebabkan oleh tiga kelompok besar pengeluaran. Pertama kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,15 persen, kelompok transportasi 0,06 persen dan kelompok pengeluaran air, listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,05 persen.

Lebih lanjut dikatakannya komoditas utama penyebab inflasi bulan Agustus yang memberikan andil cukup besar pertama yakni daging ayam ras yang harganya naik menjadi Rp40-42 ribu. Andil inflasi ayam ras sebesar 0,20 persen.

"Diikuti pemeliharaan dan servis 0,11 persen, ayam hidup 0,09 persen, telur ayam ras 0,03 persen dan cat tembok 0,03 persen," ujarnya.

Kemudian untuk inflasi tahunan dari 38 provinsi, Riau berada di urutan ke-24. Berdasar kelompok pengeluaran andil terbesar diberikan kelompok makanan minuman tembakau 1,11 persen diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,75 persen dan transportasi 0,58 persen.

"Komoditas utama penyebab inflasi yang sangat dominan emas perhiasan, daging ayam ras, pemeriksaan servis, ayam hidup dan cabai merah," ungkapnya.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026