Logo Header Antaranews Riau

Lipsus- Infrastruktur Pulau Jemur Perwujudan Wisata Rokan Hilir

Minggu, 20 Februari 2011 12:30 WIB
Image Print

Riau, 19/2 (ANTARA) - Pulau Jemur yang terletak di Selat Malaka, dekat dengan perbatasan Malaysia sempat menjadi objek sentimen anti-Malaysia di Indonesia.

Sejumlah media di Indonesia pada bulan Agustus 2009 melaporkan bahwa Malaysia bermaksud mengelola Pulau Jemur sebagai tujuan wisata.

Pulau yang indah ini sebelumnya memang sempat diklaim oleh negara tetangga Malaysia sebagai aset mereka yang potensial menjadi kawasan wisata internasional.

Sedangkan bagi Indonesia Pulau Jemur di wilayah Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Riau ini memang sangat berpotensi untuk menarik minat wisatawan lokal maupun asing karena lokasinya yang berdekatan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Namun untuk mewujudkan pengembangan wisata khusus bagi pulau terluar yang satu ini, harus diawali dengan pengembangan sejumlah infrastruktur yang dianggap penting.

"Salah satunya yakni jalanan di sana yang perlahan sudah mulai kita benahi," kata Humas Pemkab Rokan Hilir, Firdaus.

Menurut Firdaus, pengembangan Pulau Jemur sebagai objek wisata sangat mungkin terwujud apabila ditindaklanjuti dengan baik, tidak hanya oleh kalangan pemerintahan kabupaten, namun juga pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat.

Perwujudan ini sangat diharapkan realisasinya mengingat pulau ini hanya berjarak sekitar 45 mil dari negeri tetangga serumpun tersebut.

Pengembangan wisata Rokan Hilir di Pulau Jemur yang merupakan gugusan sembilan pulau ini juga diyakini akan mampu mendatangkan sumber pandapat daerah (PAD) dan devisa bagi negara.

"Untuk itu, kita sangat serius untuk mengembangkan pulau satu ini. Pulau Jemur memiliki keindahan alam dengan pantai pasir putih yang menawan, sehingga sangat potensial bagi pengembangan pariwisata," jelas dia.

Seraya menunggu adanya investor atau pengusaha asing dan lokal yang ingin berinvestasi di Pulau Jemur, pemkab berlahan terus melakukan perbaikan-perbaikan serta pembangunan sejumlah sarana dan prasarana yang dianggap penting.

Rencana pembangunan Pulau Jemur dikatakan Firdaus, nantinya mengarah kepada ruang lingkup pengembangan objek wisata, seperti pembangunan wisata bahari.

Selain itu penangkaran penyu hijau, pengembangan budi daya perikanan, serta pembangunan fasilitas pelabuhan yang nantinya akan menghubungkan kawasan ini dengan Ibu Kota Rokan Hilir, Bagan Siapi-api, Kota Dumai Riau, dan Port Klang Malaysia.

"Beberapa dari rencana pembangunan itu sudah teralisasi, salah satunya yakni penangkaran penyu hijau dan budi daya perikanan. Namun untuk pembangunan wisata bahari, masih sedang berlangsung," kata dia.

Saat ini Firdaus mengakui Pemkab Rokan Hilir sangat berharap rencana pengembangan Pulau Jemur sebagai salah satu objek wisata di sana dapat segera terealisasikan dengan dukungan pemerintah pusat.

Desakan tersebut juga untuk memberikan ruang dan kesempatan bagi masyarakat Rokan Hilir dan sekitarnya untuk mengembangkan usaha rumah tangga atau "home industry" dalam rangka meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Perwujudan Pulau Jemur sebagai pulau wisata akan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Rokan Hilir, ujarnya yakin.


Peranan Penting
Berdasarkan tinjauan aspek geografis terhadap Pulau Jemur yang dilakukan berbagai kalangan pemerhati di Universitas Riau, menyebutkan jika pembangunan wilayah pesisir dan laut Pulau Jemur Kabupaten Rokan Hilir mempunyai peranan penting baik secara regional maupun secara nasional.

"Pembahasan ini menyangkut Pulau Jemur yang memiliki potensi sebagai tempat habitat penyu serta sebagai wilayah perbatasan Indonesia dengan Negara Malaysia," terang pemerhati lingkungan dari Universitas Riau, Tengku Ariful Amri.

Dengan pendekatan kawasan akan menjadikan Pulau Jemur sebagai zona pelarangan pemanfaatan sumberdaya atau kawasan konservasi, maka Pulau Jemur juga dapat dijadikan sebagai pusat riset kehidupan penyu.

Hal ini dilakukan untuk mewujudkan Pulau Jemur sebagai pulau wisata terintegrasi seperti yang pernah disampaikan Menteri Perekonomian Hatta Rajasa beberapa waktu lalu.

Kemudian, terang Amri, Pulau Jemur juga dapat difungsikan sebagai zona perlindungan dan konservasi bagi habitat berbagai jenis ikan. Hal ini karena terdapat konsentrasi fitoplankton pada daerah perairan di Pulau Jemur.

"Dari kenyataan positif ini, dirasa perlu jika di Pulau Jemur juga dikembangkan rumpon-rumpon pada wilayah pesisir dan laut disana sehingga sumber daya ikan akan tetap terjaga dan terlindungi," jelas dia.


Aspek Penunjang
Pembangunan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil seperti Pulai Jemur menurut pemerhati tersebut harus memenuhi atau meliputi berbagai aspek dan sektor yang dapat menunjang perekonomian sekitarnya.

Beberapa aspek yang dimaksud di antaranya yakni aspek ekologis, politik, ekonomi, sosial, budaya serta aspek pertahanan dan keamanan di suatu wilayah yang terintegrasi sebagai kawasan wisata Pulau Jemur.

Selain itu, menurut pemerhati, juga ada beberapa sektor pembangunan yang terkait langsung maupun tidak langsung. Sektor yang dimaksud yakni pengembangan kawasan pemukiman, industri, rekreasi, pariwisata, perikanan, pertanian serta sektor budidaya hutan serta jalur transportasi.

Pembangunan yang dilakukan untuk beragam sektor tersebut dikatakan Amri sebaiknya tidak menyebabkan kerusakkan lingkungan sehingga dapat dimanfaatkan secara terus-menerus tanpa mendatangkan kerusakan yang secara otomatis juga akan merugikan.

Untuk mewujudkannya, maka perlu menjaga kelestarian wilayah Pulau Jemur yakni dengan menentukan daerah tersebut sebagai kawasan konservasi yang terbagi menjadi tiga zona, meliputi zona lindung, zona pemanfaatan bersyarat dan zona penyangga atau terpelihara.

"Hal ini dilakukan untuk menjaga keragaman hayati yang terdapat di pesisir seperti hutan mangrove, terumbu karang dan padang lamun yang wajib ada di setiap pulau tepatnya pada bibir-bibir pantai guna menghindari terjangan abrasi berat," papar Amri.

Di samping itu, menurut dia, juga sebaiknya pemerintah menentukan kawasan konservasi dengan memperhitungkan beberapa hal keterwakilan seperti tetap menjaga keaslian dan kealamian pulau, keunikan, kelangkaan, laju kepunahan, keutuhan ekosistem, keutuhan sumber daya, keindahan alam dan kenyamanan, serta kemudahan dalam pencapaian nilai sejarah serta menghindarkan alam dari ancaman manusia dan kehendak politik.

"Hal ini demi menjaga keutuhan Pulau Jemur yang merupakan perwujudan wisata Rokan Hilir sebagai kawasan wisata terintegrasi 'nan' indah dan menawan jutaan wisatawan asing dan lokal," anjurnya.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026