Logo Header Antaranews Riau

Pekanbaru Inflasi 0,56 Persen

Jumat, 1 Maret 2013 13:33 WIB
Image Print

Pekanbaru, (antarariau.com) - Badan Pusat Statistik Provinsi Riau menyatakan Kota Pekanbaru mengalami inflasi sebesar 0,56 persen pada Februari.

"Hal yang sama juga terjadi di Kota Dumai, di mana inflasi mencapai 0,41 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau Mawardi Arsyad, di Pekanbaru, Jumat.

Ia mengatakan inflasi di Pekanbaru terjadi karena adanya peningkatan indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 1,35 persen, makanan jadi sebesar 0,56 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar sebesar 0,29 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen.

Sementara inflasi di Dumai disebabkan oleh peningkatan indeks harga pada hampir semua kelompok pengeluaran, kecuali kelompok transportasi yang mengalami deflasi.

Beberapa komoditas penyumbang inflasi terbesar di Pekanbaru antara lain ikan serai, bawang merah, cabe merah, ikan tongkol, gulai, bawang putih, rokok kretek filter dan kenaikan harga mobil.

Beberapa komoditas lainnya justru mengalami penurunan harga seperti harga daging ayam ras, batu bata, emas perhiasan, telur ayam ras, ikan baung asap, kangkung dan ikan selais asap.

Laju inflasi kalender di Kota Pekanbaru 2,57 persen, sedangkan inflasi year on year mencapai 5,28 persen. Inflasi kalender di Dumai mencapai 1,70 persen dan inflasi "year on year" mencapai 5,14 persen.

Inflasi Pekanbaru dan Dumai masing-masing menduduki urutan ke 10 dan 13 se-Sumatra dari 16 kota yang menghitung indeks harga konsumen. Sedangkan, dari 66 kota di Indonesia, Pekanbaru pada urutan 45 dan Dumai 52.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026