
Guru daerah terpencil terima tambahan

Siak, Riau, (ANTARARIAU News) - Pemerintah Kabupaten Siak, Provinsi Riau, memberikan penghasilan tambahan sebesar Rp3.000.000 kepada guru yang bertugas di daerah terpencil, khususnya di Teluk Lanus.
Penyerahan penghasilan tambahan ini diserahkan secara simbolis kepada Rusman Hambayahan, guru SDN 17 di Desa Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, bertepatan dengan HUT ke-66 PGRI dan HUT ke-40 Korpri, Selasa (29/11) ini.
"Kami memberikan bantuan penghasilan tambahan ini kepada para guru (di daerah terpencil) sebagai apresiasi terhadap pengabdian mereka," ujar Bupati Siak, Syamsuar, di Siak.
Dikatakannya, posisi Desa Lanus, benar-benar terpencil dan terisolasi, jauh dari pusat pemerintahan kabupaten, serta
sangat sulit dijangkau.
Guru Rusman juga mengiayakan pernyataan Bupati Syamsuar tersebut.
"Pasalnya, transportasi umum ke dan dari kawasan ini hanya menggunakan 'pompong'. Itu pun hanya sekali jalan, dan tidak setiap hari," tuturnya lagi.
Diketahui, Teluk Lanus ini merupakan satu dari 15 desa dan kelurahan di Kecamatan Sungai Apit. Posisinya begitu susah dijangkau, karena terletak di bagian terujung dari kecamatan tersebut, mengarah ke Selat Malaka.
"Dengan menggunakan 'pompong' (perahu tradisional rakyat tempatan) kita akan melewati Selat Lalang yang memakan waktu tempuh sekitar tujuh jam," kata Rusman.
Namun, lanjutnya, jika air pasang menentang arus, waktu perjalanan bisa lebih lama, yakni sekitar 10 jam.
Melihat kenyataan itu, ia mengaku wajar jika para guru desa-desa terpencil seperti Lanus perlu mendapat perhatian khusus, misalnya adanya ganjaran apresiasi berupa tambahan penghasilan.
Ia juga gembira, karena terkait dengan program PGRI yang mendorong pemerintah meningkatkan kesejahteraan para guru, kini mulai dilaksanakan.
PGRI sendiri memang mendorong pemerintah untuk memberikan penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan adanya jaminan kesejahteraan sosial, sebagaimana dimaksud oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
HUT Korpri
Sementara itu, Bupati Siak, Syamsuar, bertindak selaku Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Ulang Tahun ke-40 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-40.
Bupati Siak juga membacakan Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang antara lain mengatakan, dalam kurun waktu empat dasawarsa, Korpri telah menunjukkan peran serta tanggungjawab besar dalam tugas maupun pengabdiannya kepada bangsa dan negara.
"Korpri juga telah memantapkan pembinaan bagi para anggotanya, baik dalam pelaksanaan tugas pemerintahan maupun tugas-tugas lainnya sesuai dengan amanat undang-undang," kata Presiden RI.
Lebih lanjut dikatakan, Korpri dituntut untuk menyukseskan seluruh angenda percepatan pembangunan menuju tercapainya Indonesia sebagai negara maju.
"Meningkatkan profesionalisme dan kompetensi sebagai aparatur negara. Memelihara dedikasi, integritas, dan loyalitas yang tinggi dalam melaksanakan tugas," harapnya.
Dikatakannya, menjawab kritikan dari masyarakat, Korpri harus melakukan inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta pelayanan birokrasi yang makin murah, cepat, mudah dan baik.
"Juga perlu mempertegas komitmen netralitas, hindarkan semua bentuk politik praktis, dan pastikan keberpihakan dan loyalitas KORPRI tegak lurus hanya kepada bangsa dan negara," ulasnya.
Usai upacara Bupati Siak menyerahkan secara simbolis Piagam dan Sertifikat Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Tahun 2011.
Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menerima penghargaan Satya Lencana Karya Setya Tahun 2011 mencapai 428 orang. Terdiri dari penghargaan 30 tahun sebanyak 44 orang, 20 tahun (202), sedangkan untuk 10 tahun (164).
Di penghujung acara, tampil 'marching band' Kabupaten Siak dan 'Drum Band' Gabungan Akademi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menampilkan 'display' formasi serta atraksi cukup memukau para tamu maupun undangan.
Pada kesempatan itu Bupati Siak menyerahkan cenderamata kepada Danyon Tarlat II Latsitarda Nusantara ke-32, Letkol Laut Teknik M Sarif.
Pewarta : Rosyita
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

