
Pemko Pekanbaru dan BSN dorong ekonomi syariah digital melalui Bale Syariah

Pekanbaru (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Bank Syariah Nasional (BSN) mendorong penguatan ekonomi syariah berbasis digital melalui peningkatan literasi dan pemanfaatan layanan keuangan digital bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan RJIC Muamalah Festival 2026 yang berlangsung di Masjid Raudhatul Jannah, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Jumat.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai sekitar 7,3 persen turut tercermin dari bergeraknya aktivitas perekonomian masyarakat di berbagai sektor.
"Pertumbuhan perekonomian 7,3 persen ini juga didasari kondisi lapangan, perekonomian bergerak. Salah satunya di RJIC Muamalah Festival ini," kata Agung Nugroho saat menghadiri kegiatan tersebut.
Menurut Agung, aktivitas ekonomi masyarakat perlu terus didorong melalui berbagai ruang yang mempertemukan pelaku usaha dan konsumen, termasuk dengan mengikuti perkembangan teknologi dalam transaksi dan pemasaran.
Ia mengatakan tingginya minat pelaku usaha untuk mengikuti kegiatan tersebut menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang terus bergerak di Kota Pekanbaru.
Sementara itu, Kepala Cabang BSN Pekanbaru Edwin Barki mengatakan perkembangan ekonomi digital perlu diikuti dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.
Menurut Edwin, BSN tidak hanya mendorong masyarakat mengenal produk perbankan syariah, tetapi juga memanfaatkan layanan digital untuk mempermudah transaksi keuangan sehari-hari.
Salah satu layanan yang diperkenalkan BSN adalah Bale Syariah by BSN, aplikasi mobile banking yang memungkinkan nasabah mengakses layanan perbankan secara digital tanpa harus selalu datang ke kantor cabang.
"Target kita membantu secara literasi keuangan dengan memberikan informasi tentang perbankan, terutama untuk mempermudah UMKM. Secara keseluruhan, kita juga ingin mengenalkan BSN kepada jamaah yang datang saat festival ini," ujar Edwin.
Melalui Bale Syariah, masyarakat dapat mengakses informasi rekening dan transaksi serta menggunakan berbagai layanan perbankan melalui perangkat seluler. Kehadiran layanan tersebut menjadi bagian dari transformasi digital BSN untuk memberikan kemudahan dan akses layanan perbankan kepada nasabah.
Edwin mengatakan digitalisasi perbankan juga dapat memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam menjalankan aktivitas usaha, terutama dalam melakukan transaksi yang membutuhkan kecepatan dan fleksibilitas.
Ia menilai literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi perlu berjalan beriringan agar masyarakat tidak hanya memahami prinsip dan produk keuangan syariah, tetapi juga mampu memanfaatkan layanan digital secara optimal.
Dalam kegiatan tersebut, BSN Pekanbaru menjadi sponsor utama RJIC Muamalah Festival 2026 yang berlangsung pada 1-4 Oktober 2026.
Festival tersebut menghadirkan berbagai tenant, antara lain UMKM, kuliner halal, produk khas Riau, travel umrah, properti, lembaga keuangan syariah, serta layanan publik Pekanbaru Kota.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang interaksi masyarakat dengan pelaku usaha dan penyedia layanan, termasuk untuk memperoleh informasi mengenai produk dan layanan keuangan syariah.
Dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi dan perkembangan transaksi digital, penguatan literasi keuangan syariah menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi digital di Kota Pekanbaru.
Pemerintah Kota Pekanbaru dan BSN melalui peran masing-masing mendorong agar perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat dapat diikuti dengan akses layanan keuangan yang semakin mudah, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital.
Pewarta : Annisa Firdausi
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

