Logo Header Antaranews Riau

Kementerian Kebudayaan dorong batik Indonesia makin mendunia

Jumat, 2 Oktober 2026 12:16 WIB
Image Print
Pengunjung mengamati produk fesyen saat Festival Batik, Tenun dan Bordir Nusantara di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026). Festival Batik, Tenun dan Bordir Nusantara yang diikuti oleh ratusan pelaku usaha produk fesyen dari berbagai kota di Indonesia tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Batik Nasional serta sebagai upaya pelestarian batik dan tenun Indonesia. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/agr (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan terus mendorong batik Indonesia agar semakin dikenal di kancah internasional melalui promosi, pengembangan ekosistem, hingga fasilitasi perlindungan kekayaan intelektual komunal.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pemerintah berkomitmen menjaga keberadaan dan keberlanjutan batik sebagai bagian penting dari warisan budaya Indonesia.

"Kita memfasilitasi misalnya yang kita fasilitasi beberapa waktu lalu itu batik Walang Kekek dari Ibu Waljinah itu kita bantu pendaftarannya (kekayaan intelektual)," ujar Fadli di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, berbagai ragam dan motif batik yang berkembang di Indonesia perlu terus dilindungi agar kekayaan budaya tersebut tetap terjaga sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Upaya tersebut semakin penting mengingat batik telah diakui sebagai warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage) oleh UNESCO.

"Yang kita lakukan adalah mempromosikan, mengembangkan, kemudian tentu saja memanfaatkan semaksimal mungkin," katanya.

Fadli menilai perkembangan ekosistem batik di dalam negeri saat ini menunjukkan tren yang positif. Batik tidak lagi hanya digunakan dalam acara-acara tertentu, tetapi telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia.

"Sekarang hampir semua orang Indonesia pasti punya batik dan tiap hari ada saja dimana-mana pakai batik. Itu artinya ekosistem batik sudah tumbuh dan berjalan secara berkelanjutan menjadi industri, mulai dari yang seni sampai yang industri itu sudah berjalan," ujarnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga dan merawat ekosistem tersebut secara bersama-sama agar batik Indonesia semakin berkembang dan mampu menembus pasar global.

Dari sisi promosi, Kementerian Kebudayaan juga mendukung berbagai komunitas dan kegiatan yang bertujuan memperkenalkan batik kepada masyarakat yang lebih luas. Salah satunya melalui inisiatif Museum Batik yang berada di bawah naungan Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya sebagai kepanjangan tangan Kementerian Kebudayaan.

Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat membuat semakin banyak corak dan motif batik Nusantara dikenal, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di tingkat internasional.

"Harapannya ya batik akan terus mendunia, kita berharap masyarakat internasional bisa apresiasi keberadaan batik sehingga ini tentu akan menciptakan juga lapangan kerja yang lebih luas di dalam negeri dan ekosistemnya yang semakin kondusif," tutupnya.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026