Polisi lumpuhkan pria ancam bakar BNI 46 di Dumai

id Polres dumai, bni dumai,BNI 46,ancam bakar kantor BNI

Polisi lumpuhkan pria ancam bakar BNI 46 di Dumai

Margono (kiri) saat mendapat perawatan setelah ditangkap akibat mengancam untuk membakar kantor Bank BNI 46 di Kota Dumai, Riau, Senin (11/3/2019). (Antaranews/Abdul Razak)

Dumai (ANTARA) - Oleh Abdul Razak - Personel Kepolisian Resort Dumai berhasil melumpuhkan seorang pelaku pengrusakan dan pengancaman di Bank BNI 46 Dumai dengan timah panas karena akan membakar kantor bank tersebut menggunakan bahan bakar minyak dan membawa sebilah parang, Senin.

Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan menyatakan, tersangka tindak pidana pengrusakan dan pengancaman atas nama Margono beralamat di Jalan Wahidin Kelurahan Purnama ini datang ke BNI sekitar pukul 08.30 Wib, dan langsung mengayunkan parang ke petugas teller bank untuk mengancam.

"Tersangka kita lumpuhkan dengan tembakan di kaki kiri dan selanjutnya diamankan dan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut," kata Kapolres pada pers, Senin.

Baca juga: BNI Salurkan Rp5,6 Miliar Program Indonesia Pintar di Riau

Dijelaskan, pelaku Margono tiba di BNI sekitar pukul 08.30 Wib dengan mengendarai sepeda motor, dan menuju ke meja teller sembari mengeluarkan parang dan mengancam pegawai bank dengan mengatakan 'kalau mau selamat kalian keluar semua'.

Sontak petugas teller berlarian keluar dan suasana bank menjadi gaduh kemudian petugas pengamanan melapor ke polisi untuk meminta bantuan mengatasi gangguan keamanan tersebut.

Tidak cukup dengan mengancam, pelaku juga berencana mau membakar bank tersebut karena ternyata membawa bahan bakar minyak jenis pertamax dan menyiramkan ke meja teller dan lantai bank.

Baca juga: Polda Riau sita Rp1 miliar aset bandar narkoba

Pria kelahiran Pacitan 12 Juni 1975 ini juga merobek robek beberapa kertas bukti transaksi di bank tersebut dan merusak kursi nasabah serta perangkat komputer yang ada.

"Polisi menerima laporan dari petugas pengamanan bank, dan menurunkan personel dipimpin kasat sabhara, sebelumnya sempat diminta menyerahkan diri, tapi tidak mau, dan terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan," sebut kapolres.

Tersangka merupakan pekerja swasta ini masih menjalani perawatan, dan polisi mendalami motif dengan memeriksa sejumlah saksi dan pihak keluarga serta ahli kejiwaan.

Hasil pemeriksaan sementara, tersangka memiliki 1 istri dan 2 anak ini mengaku hanya ingin membuat kegaduhan dan membakar bank.

Baca juga: Polda Riau sita delapan kilogram sabu-sabu asal Malaysia