Logo Header Antaranews Riau

Gandeng Polres, Rutan Dumai Gelar Razia Kamar untuk Sapu Bersih Barang Terlarang

Rabu, 11 Februari 2026 16:04 WIB
Image Print
Gandeng Polres, Rutan Dumai Gelar Razia Kamar untuk Sapu Bersih Barang Terlarang (ANTARA/HO-Rutan Dumai)

Pekanbaru (ANTARA) - Petugas gabungan gelar razia blok dan kamar hunian warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai untuk mencegah peredaran barang terlarang, Rabu (11/2).

Kepala Rutan Dumai Enang Iskandi menjelaskan tujuan dari razia kamar warga binaan ini dalam rangka wujud komitmen menjadikan lingkungan pemasyarakatan aman, tertib, serta bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba atau Zero Halinar.

Dalam razia yang dilaksanakan secara menyeluruh dengan melibatkan personel Polres Dumai ini, petugas melakukan penyisiran di seluruh kamar hunian warga binaan guna memastikan tidak adanya barang-barang terlarang di dalam area Rutan.

"Kita menemukan sejumlah barang terlarang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian. Seluruh barang hasil temuan itu kemudian langsung dimusnahkan di tempat sesuai dengan ketentuan dan prosedur berlaku," kata Enang kepada pers.

Dikatakan, bahwa komitmen Zero Halinar bukan sekadar slogan, melainkan bentuk tanggung jawab institusi dalam menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan dengan baik dan sesuai aturan

“Kami berkomitmen penuh untuk memberantas peredaran handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba di dalam Rutan. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran,” sebut Enang.

Ditambahkan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Dumai Akhmad Faiq Maulana bahwa kegiatan razia ini merupakan langkah konkret Rutan Dumai dalam mendukung penuh program Zero Halinar.

“Razia ini akan terus kami laksanakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Tujuannya untuk menciptakan lingkungan Rutan Dumai yang aman, tertib, dan bebas dari halinar,” demikian Faiq.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026